Banner Pemprov 2020
3M Muba

KPID Sumsel Ajak Masyarakat Kritis Konsumsi Isi Siaran

Palembang,koranindonesia.id–Komisi Penyiaran Indoensia Daerah Sumatera Selatan (KPID Sumsel), mengadakan diskusi publik,Selasa (3/11) dengan Tema “Penyiaran Sehat Untuk Sumsel” yang bertempat di Gedung Serba Guna Kelurahan Simpang Sender Kecamatan BPR Ranau Tenah Ogan Komering Ulu Selatan (OKU Selatan).

Suasana Diskusi literasi media (ist)

Diskusi literasi media menghadirkan Herfriady, MA selaku Wakil Ketua KPID Sumsel, Meytri Puspa Rini, SIP kordinator Bidang Kelembagaan KPID Sumsel dan Ervan Aziz, S.Sos, M.Si Dosen Ilmu Komunikasi STISIPOL Candradimuka Palembang.

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Karang Taruna Simpang Sender, Lurah Simpang Sender dan 60 peserta yang berasal dari pemuda dan organisasi masyarakat dari Kelurahan Simpang Sender.

Ketua KPID Sumsel Guntur Melian, SH dalam sambutannya menyampaikan Kegiatan Literasi merupakan kerjasama KPID Sumsel dengan Karang Taruna Kelurahan Simpang Sender dan ini juga merupakan bagian dari tugas dan tanggung jawab dari KPID untuk mengajak masyarakat kritis terhadap isi siaran baik televisi maupun radio baik program hiburan, informasi maupun pendidikan.

Terlebih dalam waktu dekat ini OKUS akan melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah (PILKADA) ditengah Pandemi Covid 19, kegiatan tatap muka tidak banyak dilaksanakan sehingga peran lembaga penyiaran menjadi salah satu ujung tombak untuk mendapatkan informasi.

Herfriady dalam pemaparannya menyampaikan semangat Undang-Undang No.32 Tahun 2002 berprinsip pada diversity of content (keberagaman isi) dan diversity ownership (keberagaman kepemilikan) untuk itu isi siaran harus memang benar-benar mengedepankan kepentingan masyarakat.

Siaran hiburan yang memiliki nilai edukasi sehingga masyarakat selain mendapatkan hiburan juga mendapat pengetahuan baru. Pengaruh media menjadi luar biasa ketika masyarakat ketika tidak bisa memfilter isi siaran, berkaitan dengan perubahan perilaku masyarakat.

Meytri Puspa Rini menambahkan dalam pemaparannya kritis terhadap isi siaran bukan berarti isi siaran menyiarkan hal yang tidak baik, namun lebih menekankan pada nilai pendidikan. Sehingga anak-anak ketika menonton harus sesuai dengan jam tayang anak-anak atau didampingi oleh orang tua.

Sementara Ervan Aziz dalam materinya mencontohkan beberapa peristiwa dalam berita yang dibingkai oleh televisi. Bagaimana pemberitaan media televisi terkadang hanya terfokus pada satu isu saja.

Sehingga dalam mengkonsumsi berita masyarakat pun harus mulai bisa memilah memilih berita yang memang memiliki kepentingan publik bukan kepentingan golongan tertentu.

Kemudian pada program hiburan misalkan sinetron yang berbau religi terkadang sering kali tidak memberikan pada aspek edukasi mengedepankan nilai agama melainkan konflik yang sering dibangun. Sehingga masyarakat lebih menihat pada hal yang buruknya saja imbuh Ervan. (ard)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.