Banner sumsel

Koruptor Proyek Air Bersih 2011 Banyuasin Diciduk

BANYUASIN,koranindonesia.id— Tim Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Banyuasin, akhirnya menangkap Baharuddin Pasin (69)  yang sebelumnya masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) pada Sabtu (20/10/2018) sekitar pukul 07.00 WIB, di jalan Salam Bahagia 4, Perumnas 1 Kayuringin Kecamatan Kranji Kota Bekasi. Penangkapan DPO tersebut terkait  Kasus Tindak Pidana Korupsi Pembangunan Sarana Air Bersih di Kecamatan Sembawa Tahun 2011.

Baharuddin Pasin diketahui sebagai Kuasa Direktur PT Citra Murni Abadi sebagai pemenang tender proyek Sarana Air Bersih di Kecamatan Sembawa Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan tersebut berdampak merugikan keuangan negara sebesar Rp.1.326 974.350,59,-.

LA Kamis SH MH Kepala Kejaksaan Negeri Banyuasin saat diminta konfirmasinya melalui Kasi Pidsus Budi Mulya SH MH dijelaskan, penangkapan tersangka yang satu ini telah sesuai hasil putusan Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia (RI), Nomor:1546K/ Pid.Sus/2014 tanggal 15 April 2015.

“Berdasarkan Surat Keputusan MA, Tim dipimpin oleh Kejari Banyuasin LA Kamis, menangkap tersangka di rumah kontrakan di jalan Salam Bahagia 4, Perumnas 1 Kayuringin Kecamatan Kranji Kota Bekasi,” ungkapnya (22/10/2018) ketika dibincangi wartawan beberapa saat yang lalu.

Sebelum dilakukan penangkapan terhadap pihak tim melakukan penyelidikan lebih lanjut, untuk mengetahui alamat tersangka. Setelah mendapat alamat tersangka, kemudian tim langsung bergerak dan mengamankan tersangka.

“Penangkapan tersangka berjalan aman dan tanpa ada perlawanan dari tersangka. Penangkapan disaksikan oleh RT setempat dan tersangka langsung di bawah ke Kejaksaan Negeri Banyuasin, untuk dimintai keterangan lebih lanjut,”katanya.

Korupsi bermula adanya laporan masyarakat, atas adanya dugaan Korupsi dalam pembangunan Air Bersih di Kecamatan Sembawa, APBD Tahun 2011. “ Penyidikan kasus ini, dilakukan pada tahun 2011 lalu, dimana Tersangka sempat menghilang dan dinyatakan DPO.” tutupnya. (wal)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.