Banner sumsel

Korban PHK, Nekat Menjambret dengan Pistol Mainan

PALEMBANG, koranindonesia.id – Setelah sempat menjadi bulan-bulanan warga, akhirnya Randi alias Apek (30) diserahkan warga ke Polsek Sako, lantaran menjambret ponsel milik seorang pelajar, Mutia (14), saat melintas di kawasan PHDM Sako, Selasa (23/10/2018) sekitar pukul 15.00 WIB.

“Saat kejadian tujuan kami hendak ke Pasar Perumnas. Ketika melintas dilokasi, pelaku itu memepet sepeda motor kami sambil mengambil ponsel yang ada di boks depan sepeda motor saya,” ungkap pelajar kelas IX yang tinggal di Jalan Sirna Raga, Kelurahan Pipa Reja, Kecamatan Kemuning, saat diperiksa petugas piket.

Sementara itu, tersangka Apek mengaku nekat melakukan aksi penjambretan itu, karena terdesak butuh uang untuk makan.

“Sejak kena PHK di Gudang Garam empat bulan yang lalu, saya pengangguran pak. Sudah tiga hari ini saya berniat menodong atau merampok saja, dengan target korban masih pelajar. Saya, baru kali ini beraksi, sudah begini pak. Saya dipukuli warga,” ungkap warga Jalan Kenten City Blok F, Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Sako ini.

Dikatakan tersangka, senjata api yang dibawanya hanya untuk menakuti korbannya saja.

“Jika terdesak, senjata api inilah akan digunakan pak. Ini korek api pak, sejak kecil sudah ada di rumah, saya baru ini terpikir berbuat jahat, karena sejak anak saya keluar dari rumah sakit saya tidak punya uang sama sekali,” jelas tersangka pasrah.

Kapolsek Sako, Kompol Firdaus membenarkan, adanya serahan tersangka dengan barang bukti berupa satu unit ponsel, sepeda motor yang digunakan pelaku, serta senjata api mainan.
“Benar, tersangka sudah kita amankan dan kini dalam proses pemeriksaan. Selanjutnya kita kembangkan kasusnya,” tegasnya.
(fhy)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.