KoPI Temukan Dugaan Penyumbang Dana Kampanye Fiktif Pilpres

JAKARTA, koranindonesia.id – Komunitas Pemerhati Indonesia (KoPI) menemukan ada dugaan penyumbang fiktif perseorangan untuk dana kampanye salah satu pasangan capres-cawapres, pada Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 ini.

“KoPI menemukan sedikitnya 18 temuan dalam sumbangan dana kampanye dari perseorangan yang diduga fiktif,” kata Tim Investigasi KoPI, Dwi Putri, dalam diskusi bertajuk “Mendeteksi Dana Kampanye Pemilu 2019”, di kawasan Raden Saleh, Jakarta Pusat, Senin (8/4/2019).

Dwi menyebut, 18 temuan tersebut merupakan penyumbang perseorangan dengan identitas yang tidak jelas. Total dana sumbangan itu Rp 7.770.475. “Jika dibandingkan dengan laporan awal dana kampanye yang dilaporkan paslon 01 sebesar Rp44,5 miliar lebih. Hingga Maret 2019 perolehan dana kampanye paslon 01 sudah mencapai Rp130,45 miliar,” kata Dwi.

Jumlah tersebut, lanjutnya, diperoleh dari 18 badan usaha non pemerintah sebesar Rp48,29 miliar. Diantaranya, sumbangan parpol, simpatisan (perseorangan) dan ditambah bunga bank. Selain itu, paslon Jokowi-Ma’ruf juga melaporkan perolehan sumbangan berupa barang dan jasa. “Pengeluaran paslon 01 mencapai Rp116,24 miliar yang terdiri dari uang tunai Rp72,89 miliar, barang Rp11,71 miliar dan jasa Rp31,64 miliar,” papar Dwi pula.

Sementara itu, hasil investigasi KoPI juga menunjukkan dana kampanye awal duet Jokowi-Ma’ruf didominasi oleh sumbangan kelompok, yakni sebesar Rp38,5 miliar. “Sumbangan dari kelompok yang dilaporkan oleh Paslon 01 sebesar Rp38,5 miliar,” pungkasnya.

(mar)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.