Kondisi Infrastruktur Jalan di OKI Memprihatinkan

KAYUAGUNG, koranindonesia.id – Kondisi pembangunan di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), saat ini masih memprihatinkan khususnya infrastruktur jalan dalam kecamatan.
Dana Desa (DD) dan dana kelurahan yang dikeluarkan pemerintah pusat setiap tahun kepada setiap desa dan kelurahan belum mampu menjawab kerusakan infrastruktur yang ada, sebab DD yang dikucurkan dengan nilai miliaran rupiah per desa hanya fokus pada pembangunan fisik dalam desa atau jalan desa saja, begitupun dana kelurahan.
Sementara pembangunan infrastruktur melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten OKI, selama ini hanya fokus pada jalan poros  penghubung antar kecamatan. Sementara jalan dalam kecamatan terbengkalai.
Seperti halnya pantauan di lapangan, Senin  (8/7/2019) kondisi jalan dalam Kecamatan Pedamaran, hampir setiap poros jalan mengalami rusak parah, terutama di jalan H Bagus Desa Pedamaran VI yang panjangnya hampir mencapai 2 Km.
Hal ini menjadi ironis, karena hampir puluhan tahun jalan yang  pengaspalannya dilaksanakan kurang lebih  pada tahun 2000 an ini, tidak pernah direhab. Oleh karena itu warga meminta agar adanya peningkatan pembangunan jalan tersebut dengan perubahan kontruksi atau pengaspalan kembali.
“Kecamatan Pedamaran ini berdampingan atau berbatasan langsung dengan Kecamatan Kota Kayuagung yang nota benenya hanya berjarak belasan kilometer dari Ibu Kota Kayuagung, tapi justru kondisi  infrastruktur jalannya  banyak yang rusak parah di sana sini,” ungkap Enda Fisika, salah seorang mahasiswi di salah satu Universitas  di Palembang, kepada media ini, karena merasa prihatin dengan kondisi infrastruktur di tanah kelahirannya ini.
Hal yang sama juga terjadi di Kota Kayuagung, justru beberapa poros jalan dalam Kota Kayuagung, juga banyak mengalami kerusakan.
Terkait pembangunan infrastruktur tersebut, guna membahas kondisi pembangunan fisik maupun non fisik, salah satu kelurahan dalam Kecamatan Kayuagung, yakni Kelurahan Tanjung Rancing, menggelar musyawarah mupakat dipimpin langsung lurah setempat Mat Hasan.
Musyawarah tersebut berlangsung, tadi malam  7 Juni 2019, dimulai pukul 20.30.WIB, bertempat di RT 08 Lingkungan 3 tepatnya di Balai Serbaguna Kelurahan Tanjung Rancing.
Terkait kondisi pembangunan insfrastruktur Camat Kayuagung yang diwakili Arwani selaku Kasi PMD mengatakan, bahwa Kelurahan Tanjung Rancing pada tahun ini  akan mendapat dana dari Pemerintah Pusat sebesar Rp. 732. 865.000. Dana tersebut menurut camat dipergunakan untuk  pembangunan fisik maupun non fisik.
Salah seorang praktisi pembangunan jalan Firmansyah (45) warga setempat, mengatakan DD dan dana  yang dikucuran kepada kelurahan tidak akan mampu menjawab kerusakan infrastruktur jalan dalam kecamatan, karena dana tersebut hanya untuk kegiatan dalam desa atau kelurahan.
Kalau untuk jalan dalam kecamatan, tambah Firman, selain menggunakan dana pemeliharaan rutin, maka jika kerusakan sudah cukup parah dapat dilakukan penganggaran kembali untuk pembangunan peningkatan.
‘ Jika jalan sudah rusak parah ada banyak hal yang bisa dilakukan, misalnya dengan melakukan pembangunan peningkatan jalan dengan mengubah kontruksi dari aspal menjadi cor beton, atau kontruksi pengaspalan lainnya. Jadi secara teknis bisa dilaksanakan tinggal lagi anggarannya.,’ tandas Firman. (dri)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.