Bhintan Shalawat

Komitmen Politik Para Caleg PascaTerpilih Dikupas

PALEMBANG, koranindonesia.id – Komitmen sejumlah calon anggota legislatif (caleg) baik untuk tingkat DPR RI, DPRD Provinsi maupun DPRD kabupaten/kota di Sumatra Selatan (Sumsel), pascaterpilih nanatinya, dikupas tuntas dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Forum Jurnalis Parlemen (FJP) Sumsel, bekerjasama dengan IKA Fisip Universitas Sriwijaya (Unsri) di Aula Gedung DPRD Sumsel, Sabtu (30/3/2019), sore.

Caleg DPR RI dari Partai NasDem asal dapil Sumatra Selatan 1, Sarimuda menyatakan, sebagai caleg dirinya tentu harus siap untuk menampung, membawa, dan menyampaikan aspirasi masyarakat yang diwakili, khususnya dari dapil Sumsel 1 yang meliputi Kota Palembang, Kabupaten Banyuasin, Musi Banyuasin, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, dan Kota Lubuklinggau.

Untuk itu dirinya pun tentu harus mengetahui, apa yang dibutuhkan masyarakat Sumsel khususnya di dapil 1. “Kebutuhan masyarakat inilah yang harus diserap caleg, untuk kemudian diperjuangkan ketika duduk di kursi legislatif, nantinya,” ujar caleg yang kenyang pengalaman sebagai birokrat tersebut.

Karenanya, mantan Kadishubkominfo Provinsi Sumsel ini menambahkan, kemampuan personal para anggota legislatif, untuk menyerap dan membawa aspirasi ini ke partai, hingga memperjuangkannya di tingkat pusat, sangatlah diperlukan.

“Untuk menunjang itu pula, jika terpilih nanti saya akan mendirikan rumah aspirasi yang berada di Palembang, untuk menampung aspirasi masyarakat Sumsel, untuk dibawa dan diperjuangkan di DPR RI. Saya, akan tempatkan dua tenaga ahli di Palembang,” tukasnya pula.

Caleg DPRD Provinsi Sumsel, asal dapil Palembang 1 dari PKS, Syaiful Padli menyebutkan, berbekal pengalamannya duduk sebagai anggota DPRD Provinsi Sumsel periode 2014-2019 ini, ia terus membangun kedekatan-kedekatan dengan masyarakat di daerah pemilihannya.

Tak jarang menurutnya, kelompok-kelompok masyarakat yang pernah diperjuangkan aspirasinya, tanpa imbalan ataupun janji-janji apapun, menyatakan kesiapan mereka, untuk memilih Syaiful Padli kembali, untuk periode lima tahun kedepan.

“Mungkin itu adalah buah dari kerja saya, sebagai anggota DPRD Sumsel selama ini. Namun, saat ini masih banyak pekerjaan-pekerjaan rumah, yang tersisa dari pemerintahan Provinsi Sumsel sebelumnya, yang diselesaikan, terutama persoalan program sekolah gratis dan berobat gratis, yang masih menyisakan cukup banyak pekerjaan rumah,” akunya.

Sementara, caleg DPRD Kota Palembang dari Partai Golkar Aryuda Perdana Kusuma mengakui, sebagai pendatang baru, dirinya seringkali menemukan sikap skeptis di masyarakat, terhadap para caleg yang turun untuk mensosialisasikan diri. Namun persoalan itu menurutnya, adalah tantangan yang mesti dihadapi dengan sikap bijak.

“Sebagai orang muda, saya lebih banyak beraktivitas di basis komunitas. Namun demikian, keluhan yang paling sering saya terima dari masyarakat saat melakukan sosialisasi memang mengenai persoalan infrastruktur, pendidikan dan kesehatan,” pungkasnya.

Pengamat politik sekaligus Rektor Universitas Taman Siswa (Unitas) Palembang, Joko Siswanto menilai, pelaksanaan Pemilu Serentak 2019 ini memang berimbas pada, terkalahkannya euphoria pelaksanaan pileg, dengan pilpres, yang hiruk-pikuknya cenderung lebih dominan.

“Pada Pemilu 2019 ini, peran ormas justru lebih menonjol ketimbang parpol. Kader partai juga kalah pamor dari relawan capres-cawapres. Karena itu memang dibutuhkan kerja yang ekstra keras dari para caleg yang akan bertarung di Pemilu 2019 ini,” pungkas mantan komisioner KPU Sumsel ini.
(ded)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.