Komisi III Tetapkan 5 Calon Hakim Agung

2 Hakim Adhoc dan 1 Hakim Hubungan Industrial

 

JAKARTA, koranindonesia.id – Komisi III DPR RI rampung melaksanakan rapat pleno penetapan nama-nama hakim agung, hakim ad hoc, dan hakim hubungan industrial. Rapat tersebut digelar setelah para kandidat menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) selama dua hari kemarin.

“Akhirnya kami memutuskan secara mufakatnya adalah kami memilih 8 calon, dan 2 calon karena hampir semua poksi tidak setuju, menolak, dan menghasilkan 8 yang sudah kami bacakan tadi dan sudah diputuskan,” kata Ketua Komisi III DPR Herman Herry usai rapat pleno di gedung Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (23/1/2020).

Herman mengungkapkan, pemilihan nama-nama hakim agung tersebut diwarnai perdebatan antarkelompok fraksi di Komisi III. Terdapat dua nama yang ditolak, yakni Sartono, yang merupakan calon hakim agung, dan Willy Farianto, yang merupakan calon hakim hubungan industrial.

Herman tak menjelaskan alasan ditolaknya dua nama tersebut. Namun seperti diketahui, Sartono disebut-sebut melakukan plagiarisme saat uji kelayakan hakim agung kemarin. Makalah yang ia buat terdapat kesamaan isi dengan tulisan jurnal Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang.

“Saya kira kami tidak perlu sampaikan alasan ditolak. Menerima dan menolak adalah hak anggota Komisi III,” ujarnya.

Lebih jauh Herman berharap para hakim agung yang telah dipilih dapat melakukan perubahan serta perbaikan di Mahkamah Agung. Menurut Herman, kedelapan nama yang sudah dipilih memenuhi syarat dan standar calon hakim agung.

“Mengatasi situasi hari ini di Mahkamah Agung tentunya kami berharap mereka bisa melakukan terobosan. Seperti yang tadi saya katakan, terobosan-terobosan bukan hanya soal sumber daya manusia, tetapi sistem dan mekanisme, kemudian infrastruktur yang ada di Mahkamah Agung terkait penanganan perkara, itu menurut saya,” kata Herman.

Herman mengatakan nama-nama calon hakim agung tersebut nantinya akan disahkan di rapat paripurna. Berikutnya, nama-nama tersebut akan diserahkan kepada Presiden Joko Widodo.

Adapun nama-nama kandidat yang lulus meliputi hakim agung, hakim ad hoc, dan hakim hubungan industrial yang dipilih dalam rapat pleno Komisi III, antara lain:

1. Dwi Soegiarto (hakim agung)

2. Rahmi Mulyati (hakim agung)

3. Soesilo (hakim agung)

4. H Busra (hakim agung)

5. Brigjen TNI Sugeng Sutrisno (hakim agung)

6. Ansori (ad hoc)

7. Agus Yunianto (ad hoc)

8. Sugianto (hubungan industrial)
(Mar)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.