Banner pemprov Sumsel Vaksin
Muba vaksin maret 2021

KLHK dan Bareskrim Polri Raih Penghargaan PBB

Jakarta,koranidonesia.id-Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Bareskrim Polri menerima penghargaan Asia Environmental Enforcement Awards (AEEA) tahun 2020 dari the United Nations Environment Programme (UNEP), lembaga Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang membawahi lingkungan.

Direktur Jenderal Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Gakkum) KLHK Rasio Ridho Sani menyambut baik penghargaan ini sekaligus mengapresiasi langkah Menteri LHK Siti Nurbaya dalam penegakan hukum lingkungan.

“Secara khusus, saya menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan dan dukungan Menteri LHK Siti Nurbaya dalam mendorong inovasi-inovasi penegakan hukum lingkungan dan kehutanan,” kata Rasio Sani dalam keterangan resmi KLHK, Kamis (18/2/2021).

Penghargaan ini diterimanya bersama dengan Kombes Pol. Adi Karya Tobing dan AKBP Sugeng Irianto dari Bareskrim Polri yang disampaikan secara daring dari Kantor PBB di Bangkok. AEEA 2020 diberikan oleh UNEP bekerjasama dengan UNDP, CITES, WCO dan Interpol, atas kolaborasi lintas negara yang dilakukan oleh Gakkum KLHK dan Bareskrim Polri dalam melawan kejahatan lingkungan lintas batas.

Pada 2019, Gakkum KLHK memperoleh penghargaan yang sama untuk kategori inovasi, integritas dan kepemimpinan gender.

Rasio Sani menjelaskan konsistensi pemerintah dapat dilihat bahwa selama lima tahun terakhir. Dalam hal ini Gakkum KLHK dengan dukungan kepolisian dan lembaga lain telah melakukan lebih dari 1.500 operasi penegakan hukum lingkungan hidup dan kehutahan di seluruh Indonesia.

“Kami sangat serius melawan kejahatan lingkungan hidup, termasuk kejahatan lintas batas,” tegas dia.

Rasio Sani juga mengapresiasi pihak-pihak yang telah mendukung penguatan kolaborasi dalam penegakan hukum lingkungan, termasuk melalui kerjasama Mutual Legal Assistance (MLA) antara Pemerintah Indonesia dan Belanda dalam penanganan kejahatan lingkungan lintas batas.

Keberhasilan pelaksanaan MLA ini merupakan hasil kerja bersama antara berbagai kementerian/lembaga yaitu KLHK, Kepolisian RI, Kejaksaan Agung, Kementerian Luar Negeri, KemenkumHAM, Kedutaan Indonesia di Belanda, dan Kedutaan Belanda di Indonesia, serta Pemerintah Belanda.

“Melalui MLA, penanganan kasus-kasus lingkungan lintas batas menjadi semakin mudah,” imbuh dia.

Lebih lanjut Rasio Sani mengingatkan pentingnya kolaborasi dalam penanganan kejahatan lingkungan. Penghargaan ini telah menunjukkan bahwa kolaborasi adalah suatu keharusan dan merupakan kunci keberhasilan penegakan hukum lingkungan hidup.

“Saat ini kolaborasi antar negara dan global dalam melawan kejahatan lintas batas sangat krusial. Kami tidak dapat melawan kejahatan lingkungan hidup transnasional sendirian,” tambah Rasio.

Acara pemberian penghargaan Asia Environmental Law Enforcement Award 2020 melalui daring ini, diikuti 8 penerima penghargaan dari negara-negara Nepal, Malaysia, Filipina, India, Indonesia dan komite peninjau dari UNDP, United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC), Secretariat of the Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES), World Customs Organization (WCO) dan International Crime Police Organisation (Interpol). (YDR)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.