Klaim Menang di 11 Kabupaten/Kota, Dodi: Tidak Ada yang Saling Klaim Kemenangan

PALEMBANG, koranindonesia.id – Pasangan Calon Gubernur-Wakil Gubernur nomor urut 4 pada Pilkada Sumatra Selatan (Sumsel) Dodi Reza Alex-Giri Ramanda Kiemas menggelar konfrensi pers di posko pemenangan Jalan Hang Jebat, Talang Semut, Palmbang, hari ini, Kamis (28/6/2018).

Dodi mengimbau agar seluruh saksi pasangan ini, untuk terus menjaga perolehan suara Dodi-Giri serta Form C1. Pihaknya menurut dia, telah menginventarisir sejumlah permasalahan di beberapa TPS saat pelaksanaan Pilgub Sumsel 2018, kemarin.

“Saksi kita meliat ada permasalahan di TPS.  Kita minta Bawaslu untuk menindaklanjuti terkait adanya dugaan pelanggaran. Terutama masifnya money politik di H-3 dan h-7 sebelum pencoblosan. Kita minta saksi kumpulkan Form C1, karena hasilnya tidak sesuai dengan quick qount dari lembaga survei. Analisa sementara kita menang di 11 kabupaten/kota,” katanya.

Meski demikian ditambahkannya, pihaknya akan tetap berpegang pada keputusan KPU secara resmi.

“Tidak ada yang saling klaim kemenangan. Keputusan KPU yang menetapkan pemenang pilkada. Kita berharap Pilkada Sumsel output yang didapat sesuai aturan,” imbuhnya pula.

Dodi menjelaskan, pada dasarnya penyelenggaraan pilkada harus mengacu pada perundang -undangan yang berlaku, mulai dari pencalonan,  pencoblosan, hingga perhitungan suara harus dilakukan sesuai aturan.

Dodi menambahkan,  pada pelaksanaan quick qount (hitung cepat) ada juga yang tidak valid. Sebagai contoh pada pelaksanaan Pilkada DKI dan Jabar yang hasilnya salah.

“Kami memastikan suara yang kami dapatkan adalah suara sah masyarakat Sumsel yang mencoblos nomor 4. Kami berharap proses pilkada ini dari awal hingga akhir harus sesuai perundang-undangan. Kita jaga suara kita.  Kami tetap optimistis Dodi-Giri menang,” paparnya pula.

Sementara itu, calon wakil gubernur nomor urut 4, Giri Ramanda Kiemas menambahkan, sejumlah lembaga survei yang melakukan hitung cepat pada gelaran Pilgub Sumsel 2018, menyatakan pasangan Dodi-Giri  kalah dalam perolehan suara antara 1%-4%. Namun menurutnya, dalam proses hitung cepat tetap mengenal adanya margin error (tingkat kesalahan), sehingga belum dapat dijadikan patokan.

“Kita belum bisa menentukan pemenang yang sesungguhnya. Kita menunggu hasil dari KPU.  Kita minta semua bersabar. Kita awasi kinerja KPU dalam merekaputulasi,” pungkasnya. (win)

 

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.