Banner sumsel

Ketum PPP Muktamar Jakarta Nilai Debat Tanpa Kisi-kisi Lebih Menarik

JAKARTA, koranindonesia.id – Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Hasil Muktamar Jakarta, Humphrey Djemat meminta KPU, tak memberikan kisi-kisi kepada kedua Capres dalam debat kedua nanti. Hal itu, akan sangat menarik untuk dilihat, dan masyarakat akan mampu menilai kapasitas setiap calon. “Artinya dalam debat kedua nanti otentiknya jawaban dari sang capres di panggung terlihat jelas,” ujar Humphrey di Jakarta, Kamis (14/2/2019).

KPU juga kata Humphrey, harus mempersiapkan format secara matang, sehingga bisa memunculkan konsep atau gagasan besar dari peserta debat. Apalagi, dalam debat kedua yang tampil hanya dua Capres sehingga waktunya cukup tersedia, memunculkan argumentasi yang bermutu dengan didukung data dan fakta yang bisa dipertanggung jawabkan.

“Dalam debat nanti juga ada segmen pertarungan bebas di antara kedua peserta yang bisa menciptakan suasana debat sesungguhnya. Ini harus bisa dimanfaatkan dengan baik oleh kedua Capres,” tandasnya.

Terkait moderator, Humphrey meminta untuk mampu mempertajam beberapa isu yang saat ini sedang hangat. Sehingga, isu dalam tema debat bisa memunculkan perbedaan yang kontras baik dari kebijakan yang dilakukan pemerintah saat ini yakni Jokowi dengan kritik yang tajam dari Prabowo, termasuk solusi ke depannya jika Prabowo menjadi presiden. Semua argumentasi tajam akan tambah menarik jika dikaitkan dengan kasus impor pangan, kasus Freeport, kasus infrastruktur.

Artinya, dalam debat nanti jangan hanya bicara normatif saja. Sehingga membuat suasana debat tidak menarik dan sulit dipahami. Oleh karena itu dalam debat nanti harus membahas tentang kemanfaatan bagi masyarakat banyak.

“Bicaralah tentang kondisi riil di masyarakat saat ini. Bicaralah yang masyarakat biasa paham implementasi konkret gagasan besar dari masing-masing capres. Kalau situasi ini tercipta dalam debat kedua maka bisa dinilai debat kedua nanti berhasil,” paparnya.

Tak sampai disitu Humphrey juga memberikan pesan khusus untuk Prabowo dalam debat kedua, jangan melupakan pemilih milenial yang jumlahnya kurang lebih 85 juta atau sekitar 40 % dari total pemilih sekitar 192 juta.

“Merekalah (kaum milenial) yang jadi massa mengambang atau swing voters. Merekah yang menentukan kemenangan Presiden. Rebutlah simpati mereka dengan cara menjawab tiap isue tema debat kedua ini dikaitkan dengan kebutuhan kepentingan generasi milenial,” paparnya.

(mar)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.