Banner Pemprov 2020
Banner Muba Juni 2020

Ketum Demokrat Ingatkan Kebijakan ‘New Normal’ Malah Bikin Buntung Bukan Untung

 

JAKARTA, koranindonesia.id – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berharap penerapan New Normal harus didasarkan pada kajian matang tentang kesiapan dan kedisiplinan.

AHY menuturkan, penelitian menunjukan wilayah yang menerapkan protokol kesehatan ketat, cenderung bisa menekan pandemi berkepanjang, korban dan jumlah kematian lebih sedikit. Begitu juga dengan ekonomi paska pandemi lebih tinggi.

“Aturan ketat & disiplin bisa selamatkan nyawa & ekonomi,” kicau AHY menggunakan akun @AgusYudhoyono, Kamis (28/5/2020).

Masih kata AHY, kesimpulan itu didasarkan pada kajian statistik dan sejarah ekonomi-politik global saat menghadapi Spanish Flu (1914-1919) yang diungkap oleh peneliti MIT (AS) sebagai pelajaran untuk krisis Covid-19 saat ini.

Belajar dari sejarah tersebut, wacana pembukaan kembali aktivitas sosial-ekonomi hrs benar2 didasarkan pd kajian matang ttg kesiapan dan kedisiplinan kita menghadapi era New Normal. Jangan sampai berharap untung, malah buntung. Pertumbuhan ekonomi haruslah untuk hidup masyarakat,” kata AHY di cuitan berbeda.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan akan mengerahkan pasukan TNI dan Polri ke 1.800 titik di empat provinsi dan 25 kabupaten/kota untuk mendisiplinkan masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan demi menuju kondisi normal baru.

“Mulai hari ini akan digelar oleh TNI dan Polri, pasukan untuk berada di titik-titik keramaian dalam rangka mendisiplinkan, lebih mendisiplinkan masyarakat agar mengikuti protokol kesehatan sesuai PSBB. Akan digelar di 4 provinsi dan 25 kabupaten kota mulai hari ini,” kata Presiden Jokowi, di Stasiun MRT Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta.

Presiden Jokowi juga meninjau Stasiun Moda Raya Terpadu (MRT) Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat dan Mal Summarecon, Bekasi untuk meninjau kesiapan penerapan prosedur standar normal baru di sarana publik dan sarana perniagaan.

Berikut adalah daftar provinsi, kabupaten dan kota yang akan dijaga oleh pasukan TNI/Polri:

Provinsi:
1. DKI Jakarta, 2. Jawa Barat, 3. Sumatera Barat, 4. Gorontalo.

Kabupaten/kota
1. Kota Pekanbaru, 2. Kota Dumai, 3. Kabupaten Kampar, 4. Kabupaten Pelalawan, 5. Kabupaten Siak, 6. Kabupaten Bengkalis, 7. Kota Palembang, 8. Kota Prabumulih, 9. Kota Tangerang, 10. Kota Tangerang Selatan, 11. Kabupaten Tangerang, 12. Kota Tegal, 13. Kota Surabaya, 14. Kota Malang, 15. Kota Batu, 16. Kabupaten Sidoarjo, 17. Kabupaten Gresik
18. Kabupaten Malang, 19. Kota Palangkaraya, 20. Kota Tarakan, 21. Kota Banjarmasin, 22. Kota Banjar Baru, 23. Kabupaten Banjar, 24. Kabupaten Barito Kuala, 25. Kabupaten Buol.

 

(Mar)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.