Banner sumsel

Ketua DPR Menduga Ada Jaringan Narkoba di DPR

JAKARTA,koransumatera.com- Ketua DPR Bambang Soesatyo bakal mengusut tuntas peredaran narkoba di Parlemen. Ia mensinyalir ada jaringan besar yang terlibat.

“Diindikasikan tidak hanya satu, ini bahkan ada pejabat di atasnya yang juga diduga mengonsumsi hal itu (narkoba),” kata Bambang di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, kemarin. Bambang pernah mendapat laporan oknum pegawai DPR mengonsumsi narkoba ketika masih menjabat ketua Komisi III. Koordinasi dengan polisi untuk investigasi bahkan dilaksanakan sebelum dia dilantik menjadi orang nomor satu di DPR.

“Ini buat laporan sementara, tapi masih dalam pengembangan penyelidikan,” tegas politikus Golkar itu, seperti dilansir metrotvnews.com.

Ia sepakat seluruh pegawai DPR perlu menjalani tes. Unsur kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN) harus dilibatkan.

“Sebetulnya tanpa diusulkan kepolisian memang sedang merencanakan test urine untuk seluruh karyawan Kesekjenan,” ujar Bambang.

Tes bebas narkoba, kata Bambang, tak perlu sampai dilakukan untuk 560 anggota DPR. Anggota dewan dinilai punya sistem pengamanan tersendiri agar bebas dari penyalahgunaan narkoba.

“Kalau anggota DPR jangan. Itu tidak perlu karena masing-masing punya sistem pengamanannya sendiri dan masa depannya,” ucap dia.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya menangkap Robby Salam, pegawai negeri sipil (PNS) yang bertugas sebagai staf Kesekretariatan Jenderal DPR. Robby dicokok karena kasus narkoba.

“Terdapat seseorang yang dicurigai berada di Jalan Gatot Subroto, kemudian tim melakukan penggeledahan terhadap orang tersebut dan ditemukan barang bukti narkoba,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada Medcom.id, Senin (5/2/2018). Argo mengatakan penangkapan bermula dari informasi masyarakat soal adanya dugaan peredaran narkoba di sekitar wilayah Gelora, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Transaksi narkoba diduga dilakukan di seputaran Jalan Jenderal Gatot Subroto.

Tim Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya mengobservasi wilayah tersebut. Sekitar pukul 14.30 WIB, petugas mencurigai seseorang yang belakangan diketahui bernama Robby Salam. Saat digeledah, polisi menemukan sejumlah narkoba.

“Selanjutnya tersangka dan barang bukti dibawa ke kantor Ditresnarkoba Polda Metro Jaya guna proses lebih lanjut,” jelas Argo.

Polisi menyita sejumlah barang bukti, yakni dua plastik klip diduga berisi narkoba jenis sabu seberat 0,5 gram di dalam plastik hitam. Disita juga alat isap sabu (bong) dan satu unit telepon genggam.

Robby Salam mengaku seorang PNS yang bekerja sebagai staf di kantor Sekretariat Jenderal DPR. Pria berusia 37 tahun itu diketahui warga Kampung Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur. Robby disangka melanggar Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (*)

Editor: elan

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.