Banner Pemprov Agustus

Ketua DPD RI Bilang Begini Soal Penangkapan Djoko Tjandra Dikaitkan Calon Kapolri

JAKARTA, koranindonesia.id – Maraknya pemberitaan terkait dengan penangkapan buronan terpidana kasus Cessie Bank Bali Djoko S. Listyo Sigit Prabowo menjadi kandidat kuat guna Kapolri Jenderal Pol. Idham Aziz dianggap terlalu dini oleh Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti.

Di sela reses sebagai Senator Dapil Jawa Timur di Surabaya, untuk memberikan persetujuan, LaNyalla menyatakan di UU Nomor 2 tahun 2002 tentang Kepolisian disebut dengan jelas, Kapolri diangkat dan diberhentikan oleh Presiden dengan membawa DPR. Seharusnya dalam 20 hari, DPR belum menyetujui, sesuai hukum yang harus disetujui, dipertimbangkan.

“Berharap siapa pun yang sukses, Pak Idham, sepenuhnya ada di tangan Presiden. Karena memang begitu regulasinya. Gak perlu kita goreng masalah pengambilan Djoko Tjandra dengan suksesi Kapolri. Saya tahu pasti sikap Pak Sigit, saya yakin dia malah tidak nyaman disanjung-sanjung, malah diidentikkan dengan suksesor kapolri, ”tegas LaNyalla, Minggu (2/8/2020).

Diperbarui LaNyalla sebaliknya yang harus mendapat apresiasi adalah Kapolri yang dengan cepat menjalankan permintaan Presiden Jokowi dengan membentuk tim. Yang menarik adalah tim yang dipimpin Kabareskrim.

“Jadi aplausnya untuk Kapolri dan Tim Mabes Polri. Bukan dipersonifikasi ke orang. Itu kan kerja tim. Dan ingat, masih ada terpidana dan DPO lain yang berkeliaran di mana mana. Ini semua pekerjaan yang terkait dengan rumah, ” urainya.

Ditanya mengenai persetujuan dari Senator DPD RI yang mendukung Kabareskrim untuk menjadi kandidat kapolri, LaNyalla menyetujui itu hak Senator untuk meminta pendapat pribadi. Karena di DPD, 136 Senator dari 34 provinsi di Indonesia punya hak dan harus disetujui. Lebih lanjut dengan kepentingan daerahnya.

“Tapi itu belum tentu menjadi lembaga sikap,” tandasnya.(Mar)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.