Banner sumsel

Ketinggalan dari Daerah Lain, 20 Ribu Anak Harus Disuntik Setiap Hari

PALEMBANG, koranindonesia.Id – Berdasarkan catatan United Nations Children’s Fund (UNICEF) capaian imunisasi Measles dan Rubella (MR) di Kota Palembang paling rendah dibandingkan kabupaten kota lain. Sehingga di sisa waktu sembilan hari lagi ini Dinas Kesehatan Palembang harus menyuntik 20 ribu anak setiap harinya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang, dr Letizia mengatakan, waktu untuk penyuntikan imunisasi MR kepada anak usia 9 bulan sampai 15 tahun tinggal sembilan hari lagi. Dalam waktu tersebut, 180 ribu anak harus diselesaikan untuk mencapai target 95 persen.

“Capaian kita sekarang baru 52 persen dari sasaran yang harus dicapai 336 ribu anak,” katanya saat audiensi UNICEF terkait program nasional imunisasi MR, Senin (22/10/2018).

Untuk mencapai 180 ribu anak lagi yang belum diimunisasi, maka Dinkes Palembang harus menyelesaikan sekitar 20 ribu anak setiap hari. Atau puskesmas harus menyelesaikan 500 hingga 1000 anak per hari. Interpensi yang paling kuat dalam imunisasi ini adalah untuk menurunkan angka cacat dan kematian.

Dalam audiensi tersebut dipaparkan, capaian Palembang paling rendah dibandingkan kota kabupaten lain. Masalah kehalalan vaksin menjadi hal utama para orang tua. “Penolakan orang tua dan masyarakat. Ini masalah komplek di Palembang, bahkan puskesmas mendatangi ke sekolah ada yang sampai tiga kali datang tapi tidak diterima,” jelasnya.

Walikota Palembang Harnojoyo mengatakan, total sekolah di Palembang ada 1.089 menjadi pekerjaan rumah tim imunisasi MR. Dengan baru setengah dari target sasaran, maka Dinkes dan Puskesmas harus bekerja keras dalam sembilan hari lagi ini.

“Dinkes dan tim akan jemput bola ke sekolah yang belum diimunisasi, kami berharap orang tua untuk bekerja sama karena ini sudah ada fatwa dari MUI,” terangnya.

Kemeterian Kesehatan sebelumnya telah memberikan waktu tambahan mulai 1 sampai 31 Oktober. Sementara sebelumnya waktu efektif pemberian vaksin adalah Agustus hingga September.

“Jika lewat dari Oktober ini bisa saja tidak gratis lagi, jadi harus dimanfaatkan untuk kesehatan anak,” ujarnya. (Iya)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.