Banner sumsel

Ketimbang Ngemis Komunitas untuk Mereka yang Tak Menyerah

“Sebagian orang ada yang pasrah dengan segala kekurangan dan sebagian lagi ada yang terus berjuang  dan tak menyerah dengan kekurangannya”

Saat ini banyak sekali komunitas-komunitas yang diinisiasi kaum muda, mereka bergerak sendiri  dengan kemampuan sendiri, dan ternyata kegiatan mereka memberikan dampak yang positif bagi lingkungan sekitarnya. Salah satunya adalah Komunitas Ketimbang Ngemis Palembang (KNP), adalah sebuah komunitas sosial yang konsen mencari sosok mulia lanjut usia yang masih mau bekerja karena keadaan tertentu.

Komunitas ini pertama kali digagas oleh Rizky seorang pemuda dari Yogya,  yang membagi foto seorang pedagang tua yang masih terus melakukan aktivitas, dan foto itu menjadi viral dan sekarang komunitas ini telah memiliki banyak relawan dan cabang-cabang antara lain Jakarta, Bandung, Palembang, Surabaya, Semarang dan kota besar lainnya. Tujuan  mereka adalah membantu lansia berkekurangan atau mereka menyebutnya sosok mulia (Sokmul) yang lebih memilih berjualan daripada mengemis.

“Kalau relawan sudah ribuan ya seluruh Indonesia, tetapi kalau di Sumsel ada 264 orang,”kata Novandi salah satu pendiri Komunitas Ketimbang Ngemis Palembang.

Menurut pria (24) ini  didirikannya komunitas Ketimbang Ngemis Palembang (KNP)  ingin memberi perhatian lebih kepada lanjut usia (lansia)  yang masih bekerja, padahal mestinya mereka diusia senjanya tidak lagi bekerja, namun mereka memilih untuk tidak menyerah, dan sosok ini menginspirasi  anak muda.

Anggota Komunitas KNP sangat beragam dari mahasiswa, ibu rumah tangga, pegawai dan mereka yang peduli terhadap sosok-sosok mulia ini. Mereka membantu mencari sosok-sosok ini dan mempublikasikan melalui media sosial dan mengajak warga net untuk membeli barang mereka atau berikan donasi. Selain publikasi  mereka juga membantu lansia ini dengan berbagai bantuan sembako, modal usaha dan sebagainya.

Saat ini komunitas ketimbang Ngemis sudah memiliki akun  70 akun secara nasional namun yang ada kepengurusannya berjumlah 44 akun. Melalui akun intsgram ini   mereka mempublikasikan sosok-sosok  mulia tersebut agar menjadi perhatian bagi warga net. KNP sendiri sudah berdiri sejak tiga tahun lalu.

Salah seorang relawan KNP Kurniawati Mahasiswa UIN Raden Fatah  jurusan Psikologi  mengaku bergabung dalam KNP  karena ingin membantu sesama dan meningkatkan rasa kepedulian terhadap lansia yang kurang mampu atau memiliki keterbatasan tapi masih giat bekerja. Selain itu, gadis manis ini juga  ingin menambah teman baru dan pengalaman baru. Walaupun baru 1 tahun mengikuti komunitas ini ia merasa cocok dan selama bergabung sudah banyak kegiatan yang diikutinya seperti pemberian donasi terhadap sosok mulia, bedah rumah sosok mulia, garage sale dan Ketimbang Ngemis Palembang goes to mall.

” Pengalaman yang berkesan saat pemberian donasi, karena dari situ kita dapat belajar bersyukur dengan yang kita miliki, karena banyak yang lebih kekurangan dari kita namun mereka tetap bahagia menjalani hidupnya”ujar Kurniawati

Saat ini, Kata Ketua KNP Wirajaya sudah sekitar ratusan orang yang dibantu oleh komunitas ini,  melalui sosial  mereka mempromosikan sosok mulia. Sosok mulia ini adalah lansia yang  di atas 50an.

“Dengan usianya yang seperti itu mereka tidak memilih untuk meminta-minta, mereka  berusaha untuk  menghidupi kebutuhannya dan tidak memilih untuk meminta-minta, sosok ini yang kami cari,”ujar Wirajaya.

Menurut  Wirajaya  awalnya komunitas ini hanya mempromosikan melalui sarana  media sosial, tetapi sekarang  juga memberikan bantuan langsung. Bantuan langsung bisa berupa sembako, peralatan rumah, dan modal usaha.

“Bantuan langsung itu tidak langsung di berikan tetapi di survei  dulu kepada sosok mulia yang ingin dibantu  agar tau apa saja kebutuhan nya,”ujar Wirajaya. Nah bagi kamu yang ingin berpartisipasi boleh lihat akivitas mereka   diinstagramnya @ketimbangNgemis .

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.