Ketika Budidaya Genjer di Sawah, Mampu Harumkan Nama Desa Nantal

LAHAT, koranindonesia.id – Siapa sangka, ide memanfaatkan budidaya tanaman genjer di sawah, oleh para petani Desa Nantal, Kabupaten Lahat, Sumatra Selatan (Sumsel) berbuah manis. Selain mampu menyokong perekonomian para petani padi, ide itu juga mampu membuat Desa Nantal  terpilih mewakili Kecamatan Lahat Selatan, dalam Lomba Desa 2019.

Warga sendiri awalnya tak menyangka tanaman yang sering terlihat tumbuh di perairan tersebut bisa mengharumkan nama desa. Kepala Desa Nantal, Kusen mengatakan, jika sebelumnya ada sejumlah petani yang menanam genjer di sawah miliknya.

Selanjutnya, melihat bahwa tanaman genjer itu bisa dimanfaatkan, Pemerintah Desa (Pemdes) menjadikan ide tersebut sebagai usaha peningkatan penghasilan keluarga (UP2K) Queen dengan program unggulan tanaman genjer.

Selang tiga tahun berjalan, hampir tiap sawah masyarakat di Desa Nantal pun menanam genjer. Bahkan, genjer yang ditanam itu, kini bisa dijual dan memenuhi kebutuhan pasar di Kabupaten Lahat ini, hingga mencapai 1.000 ikat per hari.

“Lumayan penjualan genjer bisa menambah penghasilan keluarga. Dan ibu rumah tangga di desa kami, bisa kerja sambilan menjual genjer tersebut,” ujar Kusen, Jumat (15/2/2019)

Saat ini, dikatakannya dari genjer tersebut selain dijual untuk sayur makan juga dibuat olahan berupa kerupuk genjer. “Saat ini masih sebatas dipasarkan di Lahat. Namun kita berharap bisa meluas hingga menjual ke daerah lain di luar Lahat. Selain itu, kita juga mencari inovasi lainnya hasil olahan dari genjer ini,” ungkapnya.

Untuk diketahui, Desa Nantal sendiri memiliki jumlah penduduk sekitar 782 jiwa dengan mata pencaharian sebagai petani, buruh tani, berkebun kopi dan karet.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Lahat, Fauzan Khoiri menyampaikan, bahwa ada tiga aspek penilaian dalam Lomba Desa 2019 ini. Pertama aspek pemerintahan yang berkaitan dengan administrasi dan lainnya. Lalu aspek kewilayahan termasuk tata kelola desa. Ketiga bidang kemasyarakatan yakni partisipasi masyarakat dalam program desa.

Disampaikanya upaya desa memanfaatkan potensi yang ada di desanya hingga bermanfaat juga menjadi salah satu penilaian. “Satu desa disetiap kecamatan mewakili Lomba Desa tingkat Kabupaten. Selanjutnya, mereka akan bersaing dan dipilih untuk mewakili Kabupaten ke tingkat Provinsi hingga Nasional,” ujarnya.

(sfr)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.