Banner Muba 23 – 31 Juli 2021
banner Pemprov Juni

Kesulitan Identifikasi, Polda Sulawesi Selatan Sebar Rilis Korban Pria Hangus di Maros

 

MAROS, koranindonesia.id- Jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan (Sulsel) masih kesulitan mengindentifikasi identitas mayat pria hangus yang ditemukan di Desa Padaelo, Kecamatan Mallawa, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Bahkan Polda Sulsel merilis sketsa wajah korban agar ada pihak yang mengenali.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resort Maros, Ajun Komisaris Polisi Nico Ericson mengatakan, pihaknya sudah merilis sketsa wajah mayat pria hangus yang ditemukan di Kecamatan Mallawa. Nico mengatakan berdasarkan sejumlah hasil pemeriksaan Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokes) Polda Sulsel, terungkap sejumlah ciri-ciri korban.

“Data dari Biddokes, korban berjenis kelamin pria dengan tinggi badan 168 cm. Ada gigi seri depan bagian kiri atas berlubang. Korban menggunakan baju kaos lengan pendek biru tosca,” ujarnya kepada awak media, Senin (14/6).

Selain itu, bentuk wajah korban persegi, memiliki hidung pesek, telinga kecil kiri dan kanan, perawakan kurus, rambut hitam bagian depan ikal berombak sekitar 3 Cm.

“Rambut bagian samping kiri dan kanan sampai belakang pendek kurang lebih 0,5 Cm,” kata dia.

Nico menambahkan bagi warga yang kehilangan anggota keluarganya dengan memiliki ciri-ciri tersebut, diharapkan untuk segera melapor ke polisi. Hal tersebut untuk memudahkan indetifikasi korban.

Sebelumnya diberitakan, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sulsel, Komisaris Besar E Zulpan membenarkan adanya luka tusuk pada tubuh mayat pria yang ditemukan kondisi hangus di Kecamatan Mallawa, Maros. Selain temuan luka tusuk, berdasarkan hasil labfor juga diketahui korban diduga dibunuh terlebih dahulu sebelum dibakar.

“Iya, hasil Labfor kami terima menunjukkan ditubuh korban ada luka tusuk ditubuh korban. Kemunginan korban dibunuh terlebih dahulu sebelum dibakar,” ujarnya melalui pesan WhatsApp, Minggu (13/6).

Zulpan mengatakan di tubuh korban ditemukan cairan diduga bensin yang menyebabkan korban terbakar. Zulpan juga menjelaskan Biddokkes Polda Sulsel juga telah melakukan autopsi dan memastikan korban adalah laki-laki dan berusia antara 16 tahun sampai 25 tahun.

“Jadi kami juga mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan keluarga dengan ciri ciri di atas bisa datang ke Biddokkes Polda Sulsel untuk diambil DNA dan data-data ante mortem untuk identifikasi korban,” ucapnya.

Zulpan menambahkan berdasarkan catatan Polda Sulsel, kasus penemuan mayat dibakar merupakan yang kedua kalinya dalam waktu dua bulan terakhir di wilayah hukum Kepolisian Resor Maros.

“Catatan Polda Sulsel, ini adalah kasus orang mati karena dibakar kedua kali dalam 2 bulan terakhir di wilayah hukum Polres Maros,” ucapnya.

(Ari)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.