Kesal Rumah Didatangi Polisi, Warga ‘Kampung Baru’ Ini Bacok Teman

PALEMBANG, koranindonesia.id – Marjuki alias Juki (28) warga eks kompleks lokalisasi Teratai Putih Kecamatan Sukarami, Palembang, atau yang lebih dikenal dengan sebutan ‘Kampung Baru’ ini, tak berkutik saat diamankan Unit Satreskrim Polresta Palembang unit Tekab 134, Senin (12/11/2018).

Juki diamankan petugas, karena telah melakukan penganiayaan dengan membacok korbannya Sumarno (38) warga Jalan Gotong Royong, Kelurahan Srijaya, Kecamatan Alang Alang Lebar (AAL) Palembang, pada Jumat (10/8) lalu sekitar pukul 20.0 WIB di dalam Warung Tawi, depan Diskotik Star, Kompleks Teratai Putih, Palembang.

Akibat Kejadian tersebut, Sumarno  harus mengalami luka bacok di bagian tangan sebelah kiri dan bahu kiri belakangi. Oleh korban kejadian tersebut dilaporkan ke pihak kepolisian. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, polisi pun mengelandang tersangka ke Mapolresta Palembang berikut barang bukti berupa sebilah parang.

Tersangka diamankan petugas saat tengah bekerja di Jalan Kolonel H Burlian, Km 7, tepatnya di RS Ar Rasyid Palembang. “Ya, kita berhasil mengamankan tersangka JK,” kata Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara melalui Kanit Pidum Polresta Palembang Iptu Tohirin, kemarin.

Dijelaskan Tohirin, motif tersangka melakukan penganiayaan terhadap korban ini diduga, karena merasa kesal, korban mendatangi kediamannya dengan mengajak petugas kepolisian, dengan menuduh tersangka sebagai pengedar narkoba jenis sabu.

Saat itu, lanjut Tohirin, tersangka sedang tidak ada dirumah dan hanya ada orangtuanya, setelah itu tersangka pun dan langsung mencari korban yang kemudian langsung membacoknya di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Atas ulahnya, tersangka akan kita jerat dengan pasal 351 tentang Penganiayaan, dengan hukuman diatas 5 tahun penjara,” tegasnya.

Sementara itu, tersangka Marjuki saat ditemui di Ruang Satreskrim Polresta Palembang unit Pidum mengakui perbuatannya, yang telah melakukan pembacokan terhadap korban. “Saya kesal Pak, dia (Sumarno) datang kerumah saya sambil membawa polisi, hingga membuat orangtua saya menjadi ketakutan,” jelas bapak satu anak ini.

Diakuinya, kalau dulu ia memang pernah menjalani profesi sebagai pengedar narkoba jenis sabu. “Tapi itu, sudah lama Pak, saya jual sabu sekitar 2016 lalu, dan sekarang sudah tidak lagi,” akunya.

Dilanjutkan Juki, setelah membacok korban, ia sempat kabur ke Provinsi Lampung dan bekerja disana. Namun, karena merasa jauh dari orangtua serta anak dan istrinya, membuat tersangka pun kembali pulang ke kampung halaman.

“Orangtua saya ini tinggal sendirian Pak, tidak ada yang mengurus, selain itu juga saya merasa kangen dengan anak dan istri saya, jadi saya pulang,” ungkapnya.

Ditambahkannya, setelah kejadian tersebut orangtunya sudah berdamai dengan korban. “Kami ini sudah damai Pak, tapi memang tidak ada suratnya, dan juga orangtua saya sudah memberi uang Rp 750.000 untuk biaya dia (korban) berobat,” pungkasnya.

(anl).

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.