Banner sumsel

Kesadaran Berlalu Lintas Rendah, Angka Kecelakaan Tinggi

PALEMBANG, koranindonesia.id – Meski Dinas Perhubungan (Dishub) telah memberikan batasan kepada kendaraan bertonase berat, masih ditemukan truk angkutan barang yang melintas di jalan dan jam yang dilarang saat uji coba pengaturan jaringan lintas angkutan barang mulai 12 November lalu.

Kepala Bidang Pengawasan, Pengendalian dan Operasional Dishub Kota Palembang, Marta Edison mengatakan, minimnya kesadaran berlalu lintas dan tingginya traffic kendaraan, membuat angka kecelakaan pun tidak terkendalikan. Maka dibuatlah aturan lalu lintas untuk kendaraan bertonase berat ini.

“Uji coba yang sudah berjalan tiga hari ini mulai kelihatan hasilnya, truk yang melintas di jalan yang dilarang pada siang berkurang. Namun, masih banyak ditemukan truk angkutan barang di Jalan MP Mangkunegara,” ujarnya, Kamis (15/12/2018).

Menurutnya, truk angkutan barang yang melintas Jalan MP Mangkunegara ada sekitar 200 unit. Inilah yang akan dievaluasi kedepan, dengan mengajak pihak pergudangan untuk melakukan diskusi.

“Minimal kami minta orang gudang mengatur jam truk melintas, misalnya satu jam ada tiga truk yang keluar gudang, sehingga tidak menumpuk,” katanya.

Marta mengatakan, jumlah truk yang mulai berkurang karena bisa parkir sementara ketika jam lintas di jalan tertentu dilarang. Misalnya truk angkutan barang dari Lampung dapat parkir di Jalan Karya Jaya, dari Jambi dapat parkir sementara di Jalan Alang-Alang Lebar (AAL).

Sedangkan di Jalan MP Mangkunegara, kapasitas jalan tidak dapat menampung truk untuk parkir. Selama uji coba satu minggu ini, pihaknya belum memberlakukan sanksi, karena masih diperlukan evaluasi bersama forum lalu lintas dan pakar ekonomi.

“Hasil evaluasi baru dapat disimpulkan dan mencari solusi, barulah akan diterbitkan perubahan perwalinya,” jelasnya.

Jalur yang dilarang yakni Jalan Jend Sudirman, Mayjen Ryacudu, Kapt A Rivai, Jalan Merdeka, Jalan Veteran, Jalan Angkatan 45, Perintis Kemerdekaan, Rajawali, Srijaya Negara, Jalan M Isa, Jalan AKBP Cek Agus, Kol H Burlian, Bambang Utoyo, MP Mangkunegara, dan Jalan Brigjen Hasyim Kasim.

Sedangkan yang diperbolehkan selama 24 jam pada ruas Jalan Soekarno-Hatta, Jalan Alamsyah Ratu Prawiranegara, Sriwijaya Raya, Yusuf Singadekane, Jalan Letnan Harun Sohar, Jalan Noerdin Panji dan Jalan Gubernur HM Ali Amin.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, Harobin Mastofa mengatakan, untuk meningkatkan patuh berlalu lintas ini, cara yang dilakukan juga berupa pemberian efek jera, agar tidak diulangi lagi.

“Beri efek jera, dengan memberikan sanksi bagi mereka yang tidak patuh, baik itu kendaraannya tidak lengkap maupun yang menerobos rambu – rambu lalu lintas,” jelasnya.

(iya).

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.