Banner Muba 23 – 31 Juli 2021
banner Pemprov Juni

Keren..! Wisata Domestik Dan Wisata Alam Bakal Tren 2021

JAKARTA, koranindonesia.id – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) memprediksikan tren wisata domestik dan wisata alam akan populer pada 2021.

Hal tersebut dikatakan Direktur Kajian Strategis Kemenparekraf, Wawan Rusiawan, dalam webinar bertajuk ‘Outlook Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2021’, Rabu.

Wawan menjelaskan, pada 2021 masyarakat masih cenderung memilih destinasi wisata domestik dibandingkan wisata luar negeri serta  cenderung memilih wisata alam.

“Tren wisata di masa Covid -19  2021, l adalah,l masyarakat masih memilih tujuan wisata domestik. Kemudian juga kita lihat wisata alam menjadi populer,” ujar Wawan Rusiawan.

Wawan menjelaskan Kemenparekraf akan memberikan fokus dominan untuk membenahi destinasi wisata domestik khususnya wisata alam, karena  akan menjadi primadona di tahun 2021 hingga pasca pandemi Covid -19.

“Kemenparekraf  harus memberikan fokus  lebih dominan dan  membenahi destinasi-destinasi wisata alam, yang akan menjadi primadona pasca pandemi Covid -19. Kita  harus mencari cara-cara baru bagaimana pariwisata di Indonesia bisa lebih menarik dan berkembang,” jelas Wawan.

Di masa pandemi,  protokol kesehatan CHSE (Cleanliness, Health, Safety, dan Environmental Sustainability) menjadi faktor penting dalam proses pengambilan keputusan memilih destinasi yang bakal dikunjungi wisatawan.

“Protokol kesehatan berbasis CHSE ini menjadi sebuah hal yang penting bagi pemerintah maupun masyarakat. Wisatawan akan  selektif memilih destinasi yang aman  kunjungi,” ujar Wawan.

Head of Strategic Partnership Traveloka Accommodation, Louis Alfonso, mengatakan pada masa pandemi Covid -19, wisatawan cenderung lebih mementingkan destinasi wisata dengan standar protokol kesehatan dibandingkan promo yang disediakan oleh para pelaku usaha parekraf.

“Masyarakat sangat mementingkan kebersihan dan kesehatan untuk berwisata di masa pandemi Covid -19, diskon nomor dua,” ujar Louis.

Louis mengatakan,  dalam riwayat pencarian di Traveloka,  terlihat adanya peningkatan animo masyarakat untuk berlibur pada akhir tahun hingga awal 2021.

“Pada Februari 2021 juga diproyeksikan terlihat ada peningkatan, dengan data seperti ini terlihat ada sinyal positif yang kita harapkan nanti bisa ada berita baik juga seiring vaksin yang sudah diproduksi secara massal, sehingga bisa membantu lebih lanjut mendorong kinerja pariwisata di Indonesia,” ujar Louis.

Sementara itu, Kepala Biro Komunikasi Kemenparekraf, Agustini Rahayu, mengatakan, Kemenparekraf telah bekerja sama dengan kementerian dan lembaga terkait untuk melakukan sertifikasi dan verifikasi para pelaku Parekraf untuk mengimplementasikan protokol kesehatan berbasis CHSE.

“Protokol kesehatan ini perlu diterapkan bersinergi dengan aktivitas di semua sektor kehidupan terutama di pariwisata dan ekonomi kreatif, jadi semua harus paralel berjalan, kuncinya harus ada komitmen bersama untuk menjaga protokol kesehatan secara disiplin,” ujar Agustini.

(MT) 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.