Kepemilikan Narkoba, Oknum Polisi Anggota Polres OKU Jalani Sidang Perdana

BATURAJA, koranindonesia.id – Sidang perdana oknum polisi anggota Polres OKU, Sumatra Selatan (Sumsel) yang diduga terlibat kasus penyalahgunaan narkoba dengan nilai ratusan juta rupiah, terdakwa Aiptu Budi Risvayanda dengan agenda mendengarkan keterangan saksi-saksi termasuk saksi dari Sat Narkoba Polres OKU serta salah satu tersangka lainnya, pada Kamis (14/2/2019) sore, digelar di Pengadilan Negeri (PN) Baturaja.

Namun, terdakwa Aiptu Budi Risvayanda membantah keterangan para saksi saat Hakim menanyakan kepadanya. Termasuk keterangan saksi dari Satuan Narkoba Polres Ogan OKU dan saksi R, salah satu tersangka. Aiptu Budi terlihat membantah, dihadapan majelis hakim PN Baturaja, dirinya mengaku keterangan para saksi penuh rekayasa.

“Keterangan saksi-saksi termasuk R semua rekayasa,” kata terdakwa Aiptu Budi di hadapan majelis Hakim.

Dirinya juga membantah, keterangan yang menyebutkan mengambil melalui kurirnya, padahal semua langsung melewati dirinya untuk mengambil barang haram itu.

Terdakwa juga mengatakan, dihadapan hakim, bahwa penangkapan dirinya penuh dengan rekayasa, namun ketika hakim menanyakan kepemilikan ratusan butir extacy (ineks) dan sabu, terdakwa mengakui bahwa seluruh barang bukti tersebut benar adalah miliknya.

Ratusan butir ineks dan sabu, juga turut dihadirkan dalam persidangan tersebut.
Penangkapan terdakwa Budi bermula dari pengembangan atas ditangkapnya seseorang pemakai narkoba berinisial R, nah dari R inilah terungkap keterlibatan oknum anggota polisi yang bertugas di Polres OKU tersebut, dalam peredaran narkoba di Bumi Sebimbing Sekundang.

Saat persidangan oknum polisi ini mengakui, dirinya ditangkap dengan barang bukti ratusan butir ineks dan sabu, dengan nilai ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Dalam setiap transaksi pengiriman barang, terdakwa diketahui menggunakan jasa atau perantara kurir seorang wanita, yang apabila sudah disetujui oleh terdakwa, maka teman wanitanya segera mengirimkan atau memberikan barang tersebut ke pemesan.

Sementara itu, pengacara terdakwa, Bambang Irawan SH mengatakan, memang kliennya membantah keterangan saksi-saksi, yang mengatakan bahwa penangkapan terhadap kliennya penuh rekayasa.

Dirinya mengatakan fakta hukum saling berimbang, dirinya juga menyebut, begitu cepatnya terdakwa satu dan dua tertangkap, terus begitu cepatnya menemukan barang bukti di kliennya.

“Kami melihat polisi begitu mudahnya menemukan barang-barang bukti yang ada, saat penangkapan. Selain itu penangkapan terhadap klien kami juga begitu cepat,”ucap Bambang saat ditanya wartawan seusai sidang.

Namun demikian, pihaknya akan terus melihat pada fakta-fakta persidangan berikutnya, untuk mendengarkan keterangan para saksi lainnya.
(tin)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.