Kepala LPAI Himbau Penggunaan Gadget Anak Harus dengan Pengawasan

JAKARTA,koranindonesia.Id-Kepala Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi menghimbau kepada orangtua untuk selalu mengawasi penggunaan gadget kepada anak karena alat digital tersebut dapat mudah mengakses bermacam informasi.

Seto mengatakan, penggunaan gadget dengan bijak oleh orangtua kepada anak dapat menghasilkan pendidikan yang baik dan komunikatif. Namun, bila penggunaan alat digital itu digunakan oleh anak-anak tanpa pengawasan orangtua, dikhawatirkan mereka tidak dapat menyaring informasi yang baik dan buruk.

“Cara mendidik anak juga bisa melalui gadget, namun juga gadget bisa berbahaya. Caranya ya dengan diwaktu-waktukan misal ada jam-jam tertentu saja boleh bermain gadget,” ungkapnya kepada kita Indonesia.id, di Jakarta, Jumat (1/02/2019)

Kak Seto sapaan akrabnya melanjutkan, hal yang perlu diperhatikan saat anak bermain gadget. Apakah kontent yang mereka lihat positif atau negatif karena apa yang tidak ada di sekolah anak bisa mencarinya melalu gadget.

“Jadi kita lihat mereka mencari kontent apa, apakah pelajaran fisika, matematika, atau melihat lihat sejarah Pangerang Diponegoro. Jadi monitoring itu sangat penting,” jelasnya

Dalam kesempatan ini Kak Seto menyerukan untuk meningkatkan keamanan pada anak agar membentuk satuan tugas perlindungan anak hingga tingkat RT/RW. Salahsatunya untuk membentuk semacam Seksi Perlindungan Anak Rukun Tetangga (Separta)

“Dengan cara peningkatan Separta ini orang tua bisa mengawasi anak secara baik, dan anak-anak menggunakan gadget dengan baik,” terangnya.

Kak Seto juga menganjurkan orang tua jangan terlalu sering membiarkan anak-anak untuk bermain gadget, misalkan kalau waktu belajar dibiarkan menggunakan gedget namun harus dengan pengawasan. Waktu bermain juga jangan dilarang dengan pengawasan juga, jangan dibiarkan anak-anak lama menggunakan gadget berlama-lama tanpa pengawasan orang tua.

“Intinya orang tua harus mengawasi anak-anak bermain gadget, karena gadget bisa berbahaya kepada anak-anak. Sebab bisa mengakses berita-berita bermacam informasi yang belum bisa diketahui mereka,” tandasnya. (Erw)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.