Banner pemprov Sumsel

Kementerian PUPR Janji Penataan Kawasan Kota Lama Semarang Rampung April 2019

JAKARTA,koranindonesia.id-Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berjanji untuk penataan kawasan Kota Lama Semarang, Jawa Tengah, rampung pada April 2019.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan progresnya sangat bagus, sudah 80 persen lebih dan akan selesai pada akhir April 2019. Penataan dilakukan agar kawasan lebih tertata, nyaman dan bisa menjadi tujuan wisata. Selama ini, wisatawan yang datang ke Semarang lebih banyak memilih berkunjung ke Candi Borobudur atau Pulau Karimunjawa.

Dengan dilakukannya penataan kawasan ini, nantinya akan dapat menata sarana dan kawasan, seperti utilitas saluran PDAM, kabel telpon dan listrik menjadi lebih rapih.

“Kita tata dan kembangkan kawasan Kota Lama Semarang. Nantinya akan menjadi kawasan wisata yang bisa mewadahi berbagai kegiatan masyarakat, seperti Car Free Day, festival kuliner, maupun event berbasis budaya,” ungkapnya dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Kamis (28/03/2019).

Dalam kesempatan ini Menteri Basuki berpesan agar dalam penyelesaian pengerjaan tetap memperhatikan kebersihan kota dan berhati-hati supaya tidak merusak situs budaya yang ada di Kota Lama.

“Ini merupakan pekerjaan seni, sehingga perlu diperhatikan detil dan kerapihannya. Kebersihan juga diperhatikan, nanti disemprot air lagi seluruhnya,” terangnya.
Dipaparkannya penataan Kota Lama Semarang dilakukan sejak tahun 2017 dan ditargetkan rampung akhir April 2019 dengan total anggaran Rp183 miliar yang dikerjakan oleh PT. Brantas Abipraya. Dengan demikian nantinya akan meningkatkan aktivitas pertumbuhan ekonomi yang ada di Semarang, salah satunya melalui wisata.
Kawasan Kota Lama Semarang dikenal memiliki bangunan bersejarah dengan arsitektur bergaya Eropa. Dulunya, kawasan ini pernah menjadi pusat kegiatan perekonomian pada masa Hindia Belanda.

Selain Kota Lama Semarang, Kementerian PUPR juga tengah melakukan revitalisasi Pasar Johar yang juga merupakan bangunan bersejarah Kota Semarang.
Revitalisasi dilakukan pasca kebakaran tahun 2015 lalu yang menghanguskan dua pertiga bangunan pasar. Pembangunan kembali akan dimulai tahun 2019, dengan biaya diperkirakan sebesar Rp174,12 miliar.

“Revitalisasi bangunan yang di depan dilakukan oleh Pemerintah Kota Semarang dan bagian bangunan bersejarah dikerjakan oleh Kementerian PUPR,” tandasnya. (erw)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.