Banner Pemprov 17 Agustus

Kemenlu RI Gelar ‘Regional Training on Women, Peace and Security’ Di Jakarta

JAKARTA,koranindonesia.id-Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI bekerjasama dengan ASEAN Institute of Peace and Reconciliation menggelar Regional Training on Women, Peace and Security bagi para diplomat perempuan negara-negara ASEAN, ditambah Timor Leste dan Papua Nugini, di Jakarta. Kegiatan ini akan dilaksanakan  pada 8 hingga 10 April 2019.

Kasubdit Kerja Sama Politik Keamanan ASEAN Kemlu RI Adhyanti S. Wirajuda mengatakan kegiatan ini bertujuan mengutamakan peran dan partisipasi perempuan dalam proses-proses perdamaian, termasuk pencegahan konflik, resolusi konflik, dan pembangunan pascakonflik.

“Peran perempuan dalam berbagai proses perdamaian belum optimal, sementara masih banyak peran yang bisa dilakukan,” ungkapnya dalam press briefing di Jakarta, Jumat (5/04/2019).

Ditambahkannya riset yang dirilis UN Women menunjukkan bahwa partisipasi perempuan akan meningkatkan kemungkinan perjanjian damai yang berlangsung setidaknya dua tahun sebesar 20 persen, dan sebesar 35 persen probabilitas untuk perjanjian damai yang berlangsung 15 tahun.

Namun, riset yang sama menunjukkan bahwa antara tahun 1990 hingga 2017, hanya 2 persen perempuan berperan sebagai mediator; 8 persen perempuan sebagai negosiator; serta 5 persen perempuan sebagai saksi dan penandatangan dalam semua berbagai proses perdamaian.

“Isu perempuan dan perdamaian disebut sangat dekat di hati Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi,” terangnya.

Sementara Juru Bicara Kemlu RI Arrmanatha Nasir menyatakan baru-baru ini, Menlu Retno menyoroti kekuatan perempuan sebagai agen perdamaian dan toleransi saat berbicara dalam pertemuan World Assembly for Women (WAW!) di Tokyo, Jepang.

“Mungkin juga karena pengalaman Indonesia selama empat tahun terakhir dalam upaya membantu menyelesaikan berbagai masalah dan konflik, baik di kawasan maupun di luar kawasan,” tegasnya.

Dipaparkannya kegiatan Regional Training on Women, Peace and Security yang rencananya akan dibuka oleh Menlu Retno Marsudi, juga sejalan dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 1325 serta Pernyataan Bersama para menlu ASEAN dalam mempromosikan peran perempuan dalam perdamaian dan keamanan.

“Saat ini kita adalah anggota tidak tetap DK PBB, sehingga tentunya berbagai kegiatan kita akan mendukung berbagai langkah yang dilakukan DK selama ini,” tandasnya. (erw)

 

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.