Banner Pemprov 2020
3M Muba

Kemenhub Bangun Empat Kapal Wisata untuk Labuan Bajo dan Bunaken

Jakarta,koranindonesia.id-Selaras dengan penetapan kawasan lima destinasi wisata super prioritas, dan sesuai arahan Presiden Joko Widodo terkait konektivitas menuju lokasi tujuan wisata tersebut, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) berupaya meningkatkan pembangunan sarana dan prasarana transportasi laut.

Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Andi Hartono, mengatakan dalam kurun waktu 2020 Pemerintah melalui Ditjen Hubla akan membangun empat unit Kapal Wisata Bottom Glass, diantaranya dua unit Kapal Wisata Bottom Glass Catamaran yang akan ditempatkan di Labuan Bajo, NTT, dan dua unit Kapal Wisata Bottom Glass Trimaran yang akan ditempatkan di Bunaken, Sulawesi Utara.

“Dari empat Kapal Wisata Bottom Glass yang akan dibangun tersebut, telah dilakukan peletakan lunas (keel laying) pembangunannya pada Selasa kemarin,” ujar Andi, Rabu (18/11/2020).

Menurutnya, pembangunan kapal wisata bottom glass ini dilakukan dalam rangka mendukung program pengembangan di kawasan lima Destinasi Wisata Super Prioritas guna menarik wisatawan dalam negeri maupun mancanegara untuk melihat keindahan pemandangan bawah laut di Labuan Bajo dan Bunaken.

Lebih lanjut, Andi menjelaskan bahwa kegiatan pembangunan empat unit Kapal Wisata Bottom Glass ini dibiayai secara multi years dari dana APBN Tahun Anggaran 2020 sampai 2021.

Sebelumnya, telah dilaksanakan penandatanganan kontrak kegiatan pembangunan empat unit Kapal Bottom Glass yang telah dilaksanakan pada 01 Oktober 2020 lalu antara PPK Pembangunan Kapal Wisata Bottom Glass Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut dengan PT. Bayubahari Shipyard, PT. Proskuneo Kadarusman, PT. Dumas Tanjung Perak Shipyard, dan pada 13 Oktober 2020 antara PPK Pembangunan Kapal Wisata Bottom Glass Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut dengan PT. Ben Santosa Shipyard bertempat di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan.

Lebih lanjut Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Capt. Antoni Arif Priadi mengungkapkan, nilai kontrak pembangunan empat unit Kapal Wisata Bottom Glass menelan biaya sebesar Rp76,6 Miliar.

“Kegiatan keel laying pembangunan kapal Wisata Bottom Glass dilaksanakan setelah kemajuan Pekerjaan mencapai 1 persen atau blok terpasang mencapai 50 Ton,” katanya.

Selain itu, Andi juga meminta kepada masyarakat sekitar destinasi wisata untuk berkontribusi dalam pengembangan pariwisata setempat. “Masyarakat harus terlibat secara langsung, dimulai dari hal-hal kecil seperti tidak membuang sampah sembarangan karena kebersihan lokasi wisata jadi pertimbangan wisatawan untuk berkunjung. Mari budayakan keselamatan dan kebersihan,” tandas Andi.(YDR)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.