Banner pemprov Sumsel Vaksin
Muba vaksin maret 2021

Kemenhub akan Hadirkan Layanan Teman Bus di Banyumas

Jakarta,koranindonesia.id-Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) akan kembali menyediakan pelayanan jasa angkutan massal perkotaan Teman (Transportasi Ekonomis, Mudah, Andal, dan Nyaman) Bus di Kabupaten Banyumas. Hal ini untuk memperkuat konektivitas melalui program Buy The Service (BTS).

BTS bertujuan agar masyarakat yang semula menggunakan kendaraan pribadi beralih ke bus. Dengan menggunakan angkutan umum diharapkan dapat mengurangi penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) oleh masyarakat. Di sisi lain, dapat meminimalisir dampak kerugian ekonomi dan kehilangan waktu akibat dari kemacetan, mengurangi polusi udara yang mencemari lingkungan, serta meminimalisir kecelakaan lalu lintas yang sebagian besar berasal dari kendaraan bermotor.

Menurut Dirjen Hubdat, Budi Setiyadi program BTS harus menerapkan strategi Pull and Push. Pull Strategy dilakukan oleh pemerintah pusat dengan memberikan kebutuhan bus dan lisensi kepada operator. Sementara itu, Push Strategy merupakan kewajiban pemerintah daerah untuk mendorong masyarakat agar shifting dari kendaraan pribadi ke transportasi publik, seperti Teman Bus.

“Jadi ada manajemen ruang dan waktu dengan pengaturan ruang jalan, pengaturan parkir, dan pengaturan waktu. Pada prinsipnya ada manajemen traffic yang kita lakukan untuk mendorong masyarakat agar meninggalkan kendaraan pribadinya,” kata Dirjen Budi dalam keterangan tertulis, Jumat (5/2/2021).

Selain itu, untuk menyukseskan program BTS di Banyumas diperlukan juga persiapan dari Pemerintah Kabupaten untuk pembangunan halte, melakukan sosialisasi kepada masyarakat, membuat kebijakan yang berpihak pada angkutan umum, serta survey kondisi lalu lintas sebelum atau sesudah program ini berjalan.

Direktur Angkutan Jalan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Ahmad Yani menuturkan, Teman Bus di Banyumas akan hadir dengan tiga koridor yang melayani :
1. Koridor 1 : Terminal Pasar Pon – Terminal Ajibarang;
2. Koridor 2 : Terminal Kebondalem – Terminal Bulupitu;
3. Koridor 3 : Terminal Notog (Patikraja) – Terminal Baturaden Bawah (Loop);

“Nantinya Teman Bus akan beroperasi pada jam 5 pagi sampai dengan jam 9 atau 10 malam. Koridor 1 akan difasilitasi dengan 16 unit bus. Koridor 2 difasilitasi 19 unit bus, dan koridor 3 akan ada 27 unit bus. Total keseluruhan bus adalah 62 unit bus. Koridor 3 memang lebih banyak dibanding yang lain karena rutenya berputar atau loop. Inilah yang istimewa dari koridor di Banyumas,” lanjut Yani.

Direktur Ahmad Yani juga menambahkan indikator pelaksanaan BTS yang harus dijaga adalah headway 10-15 menit. Hal ini diutamakan agar tidak terjadi penumpukan penumpang di halte yang menunggu bus terlalu lama. Di samping itu, indikator lainnya adalah tingkat okupansi dan jumlah pengguna, jumlah kecelakaan yang terjadi saat operasional, kecepatan angkutan umum, standar kondisi kendaraan, dan standar pelayanan minimal.

Setiap layanan Teman Bus akan dipantau melalui dashboard yang ada di Kementerian Perhubungan dan Dinas Perhubungan setempat. Pada dashboard dapat terlihat data mengenai jumlah penumpang, load factor, dan jumlah rupiah yang harus dibayarkan.

Setiap pelanggaran yang dilakukan oleh pengemudi pun akan terlihat yang kemudian akan dikenakan sanksi berupa pembayaran dalam Rupiah. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan transparansi dan kedisiplinan operator agar tidak membuat kesalahan, serta dapat memperbaiki layanannya.

Per 31 Desember 2020, jumlah penumpang Teman Bus yang sudah hadir di 5 kota besar mencapai lebih dari 2 juta orang dengan total pengguna aplikasi sebanyak lebih dari 54 ribu pengguna.

Banyumas menjadi salah satu kabupaten yang dipilih untuk pengaplikasian program Buy The Service karena perkembangan ekonomi yang cukup bagus. Dengan jumlah penduduk sebanyak 1.776.918 jiwa dan tercatat terdapat kendaraan sebanyak 681.881 unit dinilai perlu untuk mengubah kebiasaan masyarakat agar beralih ke moda transportasi publik. Tak lama lagi Teman Bus akan beroperasi melayani masyarakat Banyumas.

Sementara itu, Pakar Transportasi, Djoko Setijowarno menyampaikan bahwa kehadiran BTS Teman Bus di Banyumas nantinya dapat meniru Solo. “Saya berharap nanti Pemda dapat memberikan angkutan feeder ke kawasan pemukiman dan feeder ke angkutan pedesaan. Harapannya dengan adanya BTS Teman Bus ini kecelakaan dan tingkat pelanggaran lalu lintas menurun, pariwisata juga akan meningkat terutama yang rute ke Baturaden,” jelas Djoko.

Sebagai informasi, selain di Kabupaten Banyumas, penyediaan pelayanan jasa angkutan massal perkotaan untuk memperkuat konektivitas melalui program Buy The Service (BTS) berupa Teman Bus sebelumnya telah hadir di 5 kota besar lainnya yakni Palembang, Surakarta, Denpasar, Medan, dan Yogyakarta.

Penyediaan layanan ini juga merupakan amanat dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan bahwa pemerintah harus menjamin ketersediaan angkutan massal berbasis jalan baik di perkotaan atau pedesaan. Dalam hal ini, tidak hanya pemerintah pusat, tapi juga pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota.(YDR)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.