Banner Muba 23 – 31 Juli 2021
banner Pemprov Juni

Kemendikbudristek Sebut Ini Penyebab Klaster Covid-19 di Sekolah

 

JAKARTA, koranindonesia.id – Sekolah pembelajaran tatap muka yang tidak maksimal membuat kekhawatiran sendiri bagi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Sebab bisa saja banyak klaster baru Covid-19 yang muncul setelah pemerintah mulai membuka PTM terbatas.

Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini Pendidikan Dasar dan Menengah (PAUD Dikdasmen) Kemendikbudristek, Jumeri mengatakan banyaknya klaster Covid-19 di sekolah itu karena penerapan protokol kesehatan yang tidak disiplin.

“Klaster sekolah umumnya terjadi karena tidak disiplinnya guru maupun warga sekolah dalam menaati SOP PTM, salah satunya ada yang baru bepergian keluar daerah, tidak usah masuk sekolah dahulu sampai dipastikan betul-betul sehat,” kata secara virtual sebagaimana dikutip Rabu (9/6/2021).

Penyebab lain terjadinya klaster sekolah ini juga karena guru takut dipotong tunjangan kinerja jika tidak mengajar di sekolah meski sedang pandemi.

“Kejadian-kejadian yang terjadi di sekolah-sekolah itu karena mengabaikan (protokol kesehatan), dan takut tunjangan kinerja dipotong sehingga dia memaksakan diri masuk sekolah, inilah yang sering terjadi,” katanya.

Lantas, Jumeri meminta kepala sekolah dan dinas pendidikan di daerah untuk menegaskan para guru dan tenaga kependidikan untuk patuh dengan aturan agar tidak menyebabkan klaster baru.

“Jadi gini PTM terbatas itu bersifat dinamis akan buka tutup di setiap sekolah sesuai dengan konteks permasalahan yang ada di setiap sekolah bahkan atau setiap daerah, apabila PTM berlangsung kemudian terjadi kluster atau penularan Covid-19 di sekolah itu maka langkah yang perlu diambil adalah sekolah tentu menghentikan PTM terbatasnya,” paparnya.

Kemudian melakukan pemeriksaan dini (testing), pelacakan (tracing), dan perawatan (treatment). Bagi guru-guru yang sudah kontak erat dengan yang terkena Covid-19 dilakukan testing untuk dipastikan aman atau tidak, kemudian tracing lalu dilakukan treatment.

“Untuk guru atau warga sekolah lainnya yang mengalami sakit segera dirujuk ke rumah sakit terdekat, kemudian yang harus melakukan isolasi harus berkoordinasi. Kemudian sekolah kita tutup sementara, sementara diliburkan setelah perkembangan Covid-19 nya membaik hingga sekolah bisa dibuka kembali,” katanya.(Mar)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.