Banner Pemprov 2020
Banner september

Kemendikbud Libatkan TNI dan Kepolisian dalam Penguatan Karakter dan Bela Negara Siswa

Jakarta,Koranindonesia.id-Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Sekolah Menengah Pertama (SMP) sejak tahun 2018 telah memulai program penguatan pendidikan karakter (PPK). Program tersebut bertujuan untuk memperkuat karakter siswa melalui harmonisasi olah hati, olah rasa, olah pikir dan olah raga. Kegiatan Pendidikan Pancasila dan Bela Negara jenjang SMP menjadi salah satu upaya dalam mewujudkan karakter Indonesia yang kuat.

“Banyak hal postif yang terkandung dalam kegiatan ini, kita harus bangga terhadap ideologi bangsa yaitu Pancasila yang ditetapkan 1 Juni 1945,” ucap Direktur SMP Kemendikbud Mulyatsah ketika memberikan arahan dalam kegiatan yang berlangsung secara dalam jaringan (daring) di Jakarta (1/9/2020).

Mulyatsah menyampaikan, dalam upaya agar generasi muda memiliki pengetahuan yang memadai tentang Pancasila dan patriotisme selain menghadirkan motivator dan praktisi pendidikan, Kemendikbud mengundang pemateri dari TNI dan kepolisian. “Harapannya agar peserta yang menyimak kegiatan ini dapat berbagi semangat religius, kepedulian, disiplin, mandiri, kerja sama, jujur, nasionalisme, demokratis, dan bertanggung jawab bagi lingkungan sekitar,” ujarnya.

Koordinator Peserta Didik, Direktorat SMP, Kemendikbud, Maulani Mega Hapsari mengatakan, pendidikan karakter penting untuk dikuatkan sejak dini dan terus menerus sehingga menjadi pembiasaan dan karakter individu. Menurutnya, kegiatan Pendidikan Pancasila dan Bela Negara jenjang SMP adalah salah satu cara untuk membentuk pembiasaan (nilai-nilai positif) supaya karakter kalian lebih terbentuk.

“Nanti setelah kegiatan ini hal-hal positif yang kalian peroleh lakukan berulang-ulang agar menjadi pembiasan,” pesannya.

Selain siswa, guru pendamping dan dinas pendidikan akan mendapat piagam sebagai tanda keikutsertaan. Model kegiatan Pendidikan Pancasila dan Bela Negara jenjang SMP berbentuk edutainment.

Mengingat situasi pandemi Covid-19 masih berlangsung, Direktorat SMP menyelenggarakan kegiatan ini secara daring dengan tetap menjalankan protokol kesehatan. Sebelum adanya Covid-19, kegiatan Pendidikan Pancasila dan Bela Negara jenjang SMP dilakukan dengan menghadirkan 1.000 anak-anak dan melibatkan Tentara Nasional Indonesia (TNI) serta praktisi pendidikan.

“Meski kita tidak bisa menyelenggarakan kegiatan seperti tahun-tahun sebelumnya, kalian sebagai anak-anak pilihan harus tetap semangat. Karena kegiatan ini adalah bentuk apresiasi kementerian untuk kalian semua supaya kalian memahami pendidikan Pancasila dan bela negara dengan cara yang menyenangkan dari tempat tinggal kalian masing-masing,” demikian terangnya.

Perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia setiap tanggal 17 Agustus merupakan momentum bersejarah yang selalu mampu menjadi bahan refleksi atas nilai-nilai patriotisme bangsa. Kemendikbud berharap, asistensi Pendidikan Pancasila dan Bela Negara jenjang SMP ini dapat  menumbuhkembangkan jiwa patriot generasi muda.

“Esensi kegiatan ini adalah bagaimana agar kalian bisa memaknai nilai keagungan patriotisme. Mari, kita berkontribusi membangun bangsa Indonesia. Tetap berkarya dari rumah,” imbau Direktur Mulyatsyah mengakhiri sambutannya.(kemendikbud)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.