Banner sumsel

Kemendagri Gelar Diskusi Media, Antisipasi Naiknya Suhu Politik Pemilu Serentak 2019

JAKARTA, koranindonesia.id – Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) menggelar Diskusi Media bertajuk Kemendagri Media Forum, yang mengangkat tema, ‘Antisipasi Naiknya Suhu Politik Pemilu Serentak 2019’.

Acara ini digelar di Gedung A Kemendagri, Jakarta Pusat, Rabu (21/11/2018). Diskusi ini dipandu oleh Kapuspen Mendagri Bahtiar dan menghadirkan narasumber Muhammad Afiffudin (Bawaslu RI) dan Titi Anggraini (Direktur Eksekutif Perludem).

Bahtiar mengatakan, Kemendagri sengaja menggelar diskusi ini dengam mengundang para pakar di bidangnya, agar diskusi berjalan dengan baik. Dirinya mengungkapkan, Kemendagri sengaja mengambil tema ‘Antisipasi Naiknya Suhu Politik Pemilu Serentak 2019’, sebab diketahui bahwa politik saat ini sudah semakin memanas dan dari diskusi inilah didapat ilmu untuk meredamnya.

“Dua narasumber yang dihadirkan sangat berkompeten untuk menjelaskan diskusi hari ini, jadi kita undang untuk datang kemari,” katanya kepada wartawan saat membuka acara, di ruang pressroom, Gedung A Kemendagri, Jakarta Pusat, Rabu (21/11/2018).

Muhammad Afiffudin memaparkan, dalam pelaksanaan Pilpres dan Pileg 2019 mendatang, sangat diperlukan pencegahan mendalam. Sehingga tindak pelanggaran, kecurangan, dan manipulasi dapat diatasi sedemikian rupa, sehingga dapat menciptakan kampanye yang sehat, adil dan jujur, serta baik. Sehingga terciptanya pelaksanaan Pemilu Serentak 2019 yang damai, tanpa kecurangan.

Diakui Muhammad Afiffudin, saat ini pelanggaran yang dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) adalah tim sukses (timses) kedua pasangan capres-cawapres yang saling lempar pelanggaran.

Sehingga laporan tersebut menurutnya, akan berpotensi menimbulkan situasi yang panas dari kedua kubu. Inilah, yang harus diredam agar kondisi politik di tubuh masing-masing timses, tidak menjadi semakin manas.

“Memanasnya pilihan tersebut, itu tergantung dari keadaan dan peristiwa saat timses memkampanyekan calon masing-masing,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini menuturkan, pemilu hangat memang kondisi yang paling enak,  namun, kalau sudah mulai memanas dipastikan akan timbul potensi bentrok dan akan terjadi saling tuduh pelanggaran.

Untuk itu, dirinya berharap pasangan calon harus menunjukkan komitmen saat menjalani kampanye dan harus bertanggungjawab penuh apabila terjadi kecurangan.

“Sebab kecurangan tersebut,  tanggungjawabnya ada pada pasangan capres dan cawapres. Sehingga, mereka juga harus mampu menjadi leader untuk menghentikan kecurangan tersebut,” tandasnya.

(erw)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.