Banner Muba 23 – 31 Juli 2021
banner Pemprov Juni

Kemendag Dorong Indonesia Naik Kelas dalam Rantai Pasok Dunia

Jakarta,koranindonesia.id-Indonesia diharapkan mampu memainkan peran penting dalam rantai pasok dunia (global value chain). Saat ini posisi Indonesia masih sebagai pemasok bahan mentah dan industri padat karya.

“Kita bisa mencapai posisi yang lebih baik, mulai dari desain produk, industri padat teknologi maupun sentra keuangan dan jasa,” kata Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga, Sabtu (28/11/2020).

Dia menjelaskan, perlunya kerangka kebijakan dan implementasi yang baik antarkementerian agar hal tersebut bisa tercapai. Sinergi tersebut diharapkan bisa menjadi pintu keluar dari jebakan “lowest ladder of value chain” (anak tangga terbawah dalam rantai nilai).

Salah satu yang akan selalu disinergikan adalah kebijakan mengenai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Menurut Jerry, tanggapan dunia usaha soal TKDN juga cukup baik.

“Minggu yang lalu, saya bertemu dengan para pengusaha, asosiasi dan para stakeholders dalam diskusi publik sekaligus peninjauan pabrik di Batam yang intinya mereka sangat senang dengan kebijakan TKDN. Bahkan mereka meminta agar penerapannya diperluas dan diintensifkan. Menurut saya itu merupakan salah satu jalan keluar agar kita bisa lebih punya peran dalam rantai pasokan global,” kata Jerry.

Langkah lain yang bisa mengangkat Indonesia dalam rantai pasok global adalah dengan perjanjian-perjanjian perdagangan. Perjanjian dagang bagi Jerry akan memperpendek rantai pasokan.

“Misalnya antara Indonesia dan Australia melalui IA-CEPA. Kedua negara tentu ingin mendapatkan manfaat terbaik dengan berkolaborasi untuk mencapai posisi tertentu dalam rantai pasokan dunia. Indonesia dan Australia misalnya bisa bekerja sama dalam mengembangkan produk jamu dengan berbagai kemudahan dan riset Bersama dengan pasar yang sudah jelas. Jadi perjanjian dagang itu akan menjadi sarana untuk saling membesarkan dan kolaborasi, bukan saling menyingkirkan. Begitu idealnya,” tuturnya.

Dia berharap perjanjian perdagangan dimaknai bukan hanya perjanjian semata, namun harus menjadi bagian dari kerangka pengembangan produk, teknologi dan sumber daya manusia. Kerja sama dan kolaborasi antar-stakeholders akan menjadi kunci.

Jerry juga menekankan pentingnya perhatian kepada pembinaan generasi muda serta research and development (RnD). Sebuah negara, katanya, tidak akan beranjak dari posisi terbawah rantai pasokan global tanpa riset dan pengembangan yang baik.

“Itulah sebabnya saya banyak berkomunikasi dan menjalin sinergi dengan anak-anak muda yang punya potensi besar untuk menghasilkan produk berteknologi tinggi. Kami berupaya menunjang mereka dengan fasilitasi perdagangan. Ke depan, jika ini dilakukan terus menerus, kita bisa menjadi negara maju, khususnya ditinjau dari barang dan jasa yang dihasilkan dan diperdagangkan dengan negara lain,” ujarnya.(YDR)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.