Kembali Demo KPU, P5 Minta Penjelasan Terkait Perubahan DPT

PALEMBANG, koranindonesia.id – Perhimpunan Pemuda Pemudi Peduli Pemilu (P5) kembali melakukan aksi demonstrasi di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang, Senin (30/4/2018).

Mereka ingin meminta KPU Palembang memberikan penjelasan, terkait perubahan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada pelaksanaan Pilkada Kota Palembang, yang telah ditetapkan KPU pada 19 April lalu, serta dasar pembatalan DPT sebelumnya tersebut. Selain itu, P5 juga meminta data pendukung terkait pembatalan DPT sebelumnya itu dan mendesak KPU Palembang untuk bersikap transparan membeberkan data Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pilkada (DP4), Daftar Pemilih Sementara (DPS) berikut berita acara penetapan DPT Kota Palembang.

Koordinator Aksi P5 Fadrianto mengatakan, hari ini pihaknya kembali menggelar aksi unjuk rasa di KPU Palembang untuk ketiga kalinya dalam rangka pengawasan dan pengawalan DPT Pilkada Kota Palembang.

“Kami kembali melakukan aksi demo untuk mempertanyakan sebelumnya DPT Palembang ditetapkan KPU sebanyak 1.244. 716 pemilih. Namun kemudian, berubah setelah adanya rekomendasi Bawaslu menjadi 1.070. 177 pemilih,” ujarnya di kantor KPU Palembang, Senin (30/4/2018).

Oleh sebab itu, lanjut Fadrianto, pihaknya mempertanyakan kenapa DPT pada pelaksanaan Pilkada Palembang ini bisa diubah. “Kita minta data DP4, DPS dan DPT yang dikeluarkan KPU pada 29 April, kemarin. Kita anggap perubahan itu terburu-buru. Karena KPU diberi waktu 3 bulan untuk menetapkan DPT.  Setelah diditetapkan sebanyak 1.244.716 pemilih, tapi setelah dilakukan perbaikan, dalam waktu 5 hari berkurang 100 ribu lebih pemilih. Sehingga menjadi 1.070.177 pemilih. Bagaimana sistemnya bisa berkurang sebanyak itu,” paparnya pula.

Fadrianto mengungkapkan, rekomendasi perbaikan DPT mungkin bisa dilakukan. Namun rekomendasi memperoleh jumlah DPT 1.070.177 bagaimana rumusnya. “Darimana angka 100 ribu pengurangan DPT itu bisa keluar. Apa rumusnya, kita ingin tahu. DPT itu hitungan angka matematika, jadi tidak boleh menerka-nerka,” sebutnya.

Terkait aksi unjuk rasa yang dilakukan P5 di Panwaslu Palembang beberapa waktu lalu, Fadrianto mengungkapkan, mereka  belum mendapat keterangan lebih lanjut apa yang menjadi rekomendasi Panwaslu Palembang kepada KPU Palembang. “Rabu nanti, kami akan melakukan aksi lagi di Panwaslu Palembang. Kami ingin tahu apa rekomendasi Panwaslu untuk KPU Palembang,” tandasnya.

Menanggapi aksi yang digelar pendemo, Komisioner KPU Palembang Rudiyanto Pangaribuan mengatakan, KPU melakukan perbaikan DPT atas rekomendasi Bawaslu Sumsel. “Hasil pleno DPT pada 19 April ditetapkan sebanyak 1.244.716 pemilih tapi setelah dilakukan perbaikan, dalam waktu 5 hari berkurang 100 ribu lebih pemilih. Sehingga menjadi 1.070.177 pemilih,” pungkasnya.(win)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.