Banner sumsel

Kembali Berulah, Residivis Curanmor Ditembak Polisi

PALEMBANG, koranindonesia.id – Unit Ranmor Sat Reskrim Polresta Palembang, berhasil meringkus Santoso (21), warga Jalan Pasundan, Lorong Tembesung, Kelurahan Kalidoni, Kecamatan Kalidoni, Palembang, seorang residivis tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di kediamannya, Selasa (20/11/2018) malam.

Saat hendak digelandang petugas, tersangka Santoso sempat berupaya kabur dan melawan petugas, dengan terpaksa petugas memberikan tindakan tegas dan terarahm dengan menghadiahinya dua butir timah panas di kedua kakinya.

Tersangka diamankan petugas, karena terlibat dalam aksi curanmor sebuah sepeda motor, jenis Honda Beat warna putih di Jalan Rajawali, Palembang, tepatnya di depan Rumah Makan Baramondi, Kecamatan Ilir Timur (IT) II, Palembang, Sabtu (17/11) sore.

Dari data yang dihimpun dilapangan, aksi yang dilakukan tersangka, berawal saat tersangka mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP). Kemudian tersangka melihat kunci motor yang ditinggalkan pemiliknya, melihat hal tersebut timbul niat tersangka untuk membawa kabur sepeda motor tersebut.

Mengetahui sepeda motor miliknya telah raib dibawa kabur tersangka, korban yang belum diketahui namanya karena membuat laporan di Mapolsek IT II, dengan di- back up unit Ranmor Polresta Palembang langsung melakukan penyelidikan dan menindaklanjuti laporan korban, hingga akhirnua berhasil meringkus.

“Ya, kita berhasil mengamankan tersangka SN di rumahnya, dan terpaksa kita berikan tindakan tegas karena berusaha kabur saat akan kita tangkap,” kata Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara melalui Kanit Ranmor Iptu Mardanus Ali, Rabu (21/11/2018).

Dijelaskan Mardanus, modus yang dilakukan tersangka dengan cara membawa kabur sepeda motor milik korbannya yang kunci kontaknya tertinggal di stang motornya. “Sepeda motor hasil curiannya dijual tersangka  kepada temannya berinisial YF di kawasan Plaju dengan harga Rp2 juta,”  ungkapnya.

Saat ini, sambung Mardanus. Tersangka sedang dalam pemeriksaan petugas lebih lanjut. “Atas ulahnya, tersangka akan kita jerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman pidana diatas 5 tahun penjara,” tandasnya.

Sementara itu, tersangka Santoso saat ditemui di Ruang Unit Ranmor Polresta Palembang mengakui perbuatannya, yang telah melakukan pencurian sepeda motor. “Terpaksa karena saya tak memiliki pekerjaan dan tidak ada uang untuk kebutuhan sehari-hari,” ungkapnya sambil menahan rasa sakit akibat diterjang timah panas petugas.

Diakuinya, awalnya ia tak memiliki niatan untuk mencuri sepeda motor milik korban “Melihat ada kunci kontak tertinggal, jadi langsung saya ambil saja Pak, motornya saya jual Rp2 juta sama teman. Tapi uangnya belum diberikan, sementara motor sudah diambilnya,” pungkasnya.

(anl)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.