Banner sumsel

Kekuasaan Presiden yang Besar Munculkan Problem

JAKARTA,koranindonesia.id-Anggota Fraksi PAN MPR RI, Saleh Partaonan Daulay, menyebut ada beberapa hal problematis dalam sistem tata negara. Salah satunya kekuasaan presiden yang lumayan sangat besar.

“Pertama presiden ini dari sisi legislasi memiliki kewenangan lima puluh persen dalam pembuatan undang-undang. Karena kalau pemerintah tidak mau untuk mengesahkan undang-undang, maka undang-undang tidak bisa jalan,” kata Saleh dalam diskusi Empat Pilar MPR

Tema : ‘Peran MPR dalam Memperkuat Sistem Presidensial’ di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (5/7/2019).

Namun, sambung Wakil Ketua  Komisi IX DPR RI ini, kadang-kadang di luar sana banyak orang berpikir, bahwa lambatnya pembuatan undang-undang itu itu justru karena hanya DPR tidak bekerja.

“Saya tahu persis banyak undang-undang yang harus di take over pada periode berikutnya karena pada periode sebelumnya nggak bisa selesai.  satu contoh misalnya atau dua contoh di komisi IX tempat saya bekerja sekarang. Itu dulu ada undang-undang PMI di periode yang lalu dan itu  tidak selesai. Itu hanya karena persoalan  lambang dan tidak ada  kesepakatan antara DPR dengan pemerintah,” terangnya.

Kemudian ada undang-undang pekerja migran,  undang-undang TKI kalau dulu namanya. Itu di periode yang lalu nggak selesai.Padahal DPR sudah kuat sekali ingin sekali diselesaikan, tetapi pemerintah nggak selesai. Kenapa ? Karena ada konflik kepentingan antara BNP2TKI dengan kementrian tenaga kerja.

Belum lagi kekuasaan presiden yang luar biasa misalnya. Kalau ada sesuatu yang menurut presiden situasinya itu adalah kegentingan yang memaksa,  seperti yang diatur dalam undang-undang dasar,  presiden berhak mengeluarkan PERPPU atau Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang.

“Saya ingat,  dulu kita pernah mau merubah sistem pemilu Pilkada. Yang kita mau merubahnya, sudahlah DPRD saja yang memilih kepala daerah. Itu  undang-undang sudah hampitr jadi. Di DPR ini dan sudah semua sepakat,  tapi tiba-tiba Presiden SBY  pada waktu itu langsung mengeluarkan PERPPU, maka batal semuanya,” tandasnya.(Mar)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.