Banner sumsel

Kekeringan Melanda, Warga Lahat Mulai Andalkan Air Kolam Retensi

LAHAT, koranindonesia.id – Kemarau panjang yang melanda di sejumlah daerah, membuat masyarakat harus mengambil air ditempat-tempat yang masih tersedia simpanan air.

Seperti di Kabupaten Lahat, warga harus mengangkut air dari kolam retensi maupun air dari Sungai Lematang, demi untuk mencukupi kebutuhan air di rumah.

Seperti yang diungkapkan, Wansu (37) setiap hari dirinya harus mengangkut air menggunakan jeriken dengan sepeda motornya, dari sebuah kolam retensi yang letaknya sekitar 200 meter dari rumahnya. Mengingat air sumur rumahnya sudah kering, sehingga tidak cukup lagi untuk memenuhi kebutuhan air.

“Jadilah untuk cuci piring, cuci baju. Air sumur sudah sedikit. Cukup untuk memasak saja,” ucapnya kepada wartawan, ditemui saat mengambil air dikolam retensi, Selasa (9/10/2018)

Warga Jalan Bhayangkara, Kelurahan Kota Baru, Kabupaten Lahat ini mengaku, saat sore tiba, banyak warga sekitar yang turut mengambil air di kolam yang berisikan air keruh itu.

“Kalau sore sampai malam disini ramai orang mengambil air. Yang jual air pun mengambil airnya disini,” ungkapnya.

Ilustrasi (FOTO/NET)

Menanggapi hal tersebut, Kepala BPBD Kabupten Lahat Marjono mengungkapkan, sejauh ini belum ada rencana untuk membagi-bagikan air bersih kepada masyarakat, akibat dari kemarau yang belum dapat dipastikan akan berlangsung hingga berapa lama ini.

Masalah anggaran dan beralasan bukan kewenangan pihaknya menjadi penyebab, belum dilakukannya pembagian air bersih. “Air bersih bukan wewenang kita,” sampainya.

Ditambahkannya, sejauh ini pun belum ada permintaan air dari warga. Jika memang ada permintaan, pihaknya siap memberikan air  akan tetapi bukan air untuk konsumsi.

Sementara itu, Kepala PDAM Tirta Lematang Hermidi menyebutkan, pihaknya secara intensif telah memenuhi kebutuhan air kepada 4.100 pelanggannya. Untuk masyarakat yang membutuhkan air berih, sambung Hermidi, disarankan untuk membelinya di PDAM Tirta Lematang, mengingat kondisi air telah disterilkan.

“Kita produksi air untuk kuota pelanggan 9.000, otomatis kebutuhan tersebut sudah lebih dari cukup untuk para pelanggan,” sampainya.

(sfr)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.