Banner sumsel

Kejaksaan Siapkan Petugas Antar Tilang ke Rumah

PALEMBANG, Koranindonesia.id – Kejaksaan Negeri Palembang menyiapkan 13 petugas yang disebut ojek tilang untuk mengambil denda dan mengantar barang bukti milik pelanggar yang ditilang.

 

Hal itu dikatakan Kepala Kejaksaan Negeri Palembang Asmadi didampingi Kasi Pidum Yuliati Ningsih saat launching program Ojek Tilang Cash on Delivery (COD), Kamis (12/9/2019).

 

Asmadi mengatakan program ini disiapkan untuk memudahkan masyarakat dalam mengurus tilang kendaraan, sehingga tidak perlu lagi datang dan mengantri, melainkan dapat dilakukan secara online.

 

“Semua ini adalah upaya kami untuk meningkatkan pelayanan ke masyarakat, jadi pelanggar yang ditilang dapat membayar online, selanjutnya akan ada petugas yang mengantar barang bukti yang ditilang,” katanya.

 

Mantan Kajari Banyuasin ini juga mengimbau agar masyarakat dapat ikut serta mensosialisasikan program ini secara luas. “Tujuan program ini tidak lain adalah untuk memberikan pelayanan terbaik ke masyarakat,” imbuhnya.

 

Sementara itu Kasi Pidum Kejari Palembang menjelaskan pembayaran tilang dapat dilakukan melalui bank atau Bank of Delivery (BOD) dan Cash on Delivery (COD).

 

Adapun masyarakat yang memiliki bukti tilang dapat mengirimkan sekaligus alamat pengantaran melalui whatsapp di nomor 082176449602.

 

Lalu operator akan memeriksa berkas tilang dan selanjutnya akan dikonfirmasi kepada pelanggar untuk melakukan pembayaran denda di Bank SumselBabel atas nama BPN 014 Kejari Palembang atau transfer ke nomor rekening 1933010004.

 

“Namun untuk program Cash on Delivery (bayar di tempat) pelanggar dapat lebih dulu mengakses website tilang Kejaksaan Negeri Palembang untuk mengetahui besaran denda tilang yang mesti dibayarkan,” jelasnya.

 

Kemudian pelanggar mengirimkan kembali bukti transfer ke nomor whatsapp tersebut dan para ojek tilang akan langsung mengantar barang bukti yang ditilang, baik SIM maupun STNK.

 

“Untuk pengantaran, pelanggar akan dikenakan ongkos kirim sebesar Rp20.000 dengan jarak tempuh maksimal 10 km. Jika lebih dikenakan biaya tambahan Rp2.000 per km,” tandasnya.

 

Yuliati menambahkan, program ini disiapkan karena jumlah pelanggar yang datang mengurus tilang terus meningkat tiap minggu dan program ini juga tetap dibuka pada hari Sabtu dan Minggu, kecuali libur Nasional.

 

“Namun pelanggar baru dapat mengikuti program ini dan mengetahui besaran denda tilang setelah perkaranya diputus di pengadilan,” tambahnya. (sup)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.