Banner Pemprov Agustus

Kejagung Sebut Kerugian Kasus Masjid Raya Sriwijaya Ditaksir Rp 130 Miliar

JAKARTA, koranindonesia.id – Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan (Kejati Sumsel) kembali menetapkan Alex Noerdin dan Muddai Madang sebagai tersangka pada Rabu (22/9/2021).

Menurut Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung (Kejagung), Leonard Ebenezer Simanjuntak, keduanya diduga melakukan korupsi dalam pembangunan Masjid Raya Sriwijaya Palembang 2015-2018. Kerugian dalam pembangunan itu ditaksir Rp 130 miliar.

Ebenezer menambahkan, selain kedua nama itu, Kejati Sumsel juga menetapkan mantan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sumsel, Laonma PL Tobing sebagai tersangka. Alex Noerdin, adalah mantan Gubernur Sumsel dua periode 2008-2018 yang saat ini sebagai anggota DPR dari partai Golkar. Sedangkan Muddai Madang, adalah Bendahara Umum Yayasan Wakaf Masjid Raya Sriwijaya.

“Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan, menetapkan tiga orang tersangka, AN, MM, dan LPLT, dalam dugaan tindak pidana korupsi pemberian dana hibah dari APBD Sumatera Selatan 2015 dan 2017, kepada Yayasan Wakaf Masjid Raya Sriwijaya Palembang, di Sumatera Selatan,” terang Ebenezer Simanjuntak, dalam konfrensi pers di Kejaksaan Agung, Rabu (22/9/2021).

Ketiga tersangka tersebut, dijerat dengan Pasal 2 dan Pasal 3 UU Tipikor 31/1999-20-2001.

Ebenezer menerangkan, kasus tersebut berawal dari penyaluran dana hibah dari APBD Sumsel kepada Yayasan Wakaf Masjid Raya Sriwijaya. Hibah tersebut terjadi dalam dua periode penyaluran, yaitu APBD 2015 sebesar Rp 50 miliar dan APBD 2017 sebesar Rp 80 miliar.

“Hibah tersebut, guna untuk pembangunan Masjid Raya Sriwijaya,” ujar Ebenezer.

Kejaksaan menilai penyaluran dana hibah tersebut tak sesuai prosedur maupun peruntukan. Bahkan, Ebenezer mengatakan, dari hasil penyidikan di Kejati Palembang, ditemukan adanya penyimpangan administrasi dan perbuatan menyalahi aturan perundang-undangan. Pemberian dana hibah tak dilakukan melalui pengajuan proposal dari yayasan sebagai pihak penerima.

“Prosedur (yang dilakukan) hanya melalui perintah langsung dari tersangka AN, selaku mantan gubernur,” terag Ebenezer.

“Dan pembangunan Masjid Sriwijaya, berakhir dengan tidak selesai pembangunnya sehingga merugikan negara Rp 130 miliar,” ujar Ebenezer.(Mar)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.