Banner sumsel

Kejagung Perpanjang Masa Penahanan Mantan Dirut Pertamina Karen Agustiawan

JAKARTA, koranindonesia.id – Kejaksaan Agung (Kejagung) memutuskan untuk memperpanjang masa penahanan mantan Dirut PT Pertamina Karen Agustiawan, setelah ditetapkan tersangka dan ditahan selama 20 hari sejak 24 September-13 Oktober 2018.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Mukri mengatakan, tim penyidik sudah memperpanjang masa penahanan Karen sejak 14 Oktober lalu hingga 22 November nanti.

Keputusan penyidik memperpanjang masa penahanan Karen Agustiawan, guna melengkapi berkas perkara kasus yang menjeratnya.

“Dalam kasus ini, Karen menjadi tersangka ketiga yang harus menjalani masa penahanan di Rutan Pondok Bambu.Untuk kepentingan penyempurnaan kelengkapan berkas perkara, maka kita perpanjang penahanannya,” ungkap Mukri kepada wartawan, Jumat (19/10/2018)

Dalam proses penyelesaian kasus ini, Kejagung juga akan melakukan proses penyidikan lanjutan terhadap satu tersangka lain, yaitu Genades Panjaitan, yang hingga saat ini belum ditahan. Namun, Mukri belum dapat memastikan kapan jadwal pemeriksaan terhadap Genades dijadwalkan.

Sebagai informasi, kasus ini berawal pada 2009 lalu, saat  PT Pertamina Hulu Energi (PHE) melakukan akuisisi saham sebesar 10% terhadap ROC Oil Ltd, untuk menggarap Blok Master Manta Gummy (BMG) Australia. Akibat akuisisi itu, Pertamina harus menanggung biaya-biaya yang timbul lainnya (cash call) dari Blok BMG sebesar US$26 juta.

Dari hasil penyidikan, Kejagung menemukan dugaan penyimpangan dalam proses pengusulan investasi di Blok BMG. Direksi diduga mengambil keputusan tanpa persetujuan Dewan Komisaris.

Pada 5 November 2010, Blok BMG ditutup setelah ROC Oil memutuskan penghentian produksi minyak mentah, dengan alasan blok tersebut tidak ekonomis jika diteruskan produksi. Akibatnya, muncul kerugian keuangan negara dari Pertamina sebesar USD31 juta dan USD26 juta atau setara Rp568 miliar.

(erw)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.