Call Center
Banner Muba 23 – 31 Juli 2021

Kedua Pihak Saling Lapor

PALEMBANG, koranindonesia.id – Kasus perusakan dan dugaan percobaan pembunuhan pengacara kondang di Sumsel bernama Titis Rachmawati memasuki babak baru. Kali ini pihak terlapor dalam kasus ini yakni Arif sudah melaporkan ke Polda Sumsel pada Selasa (30/11).

Hal ini disampaikan oleh kuasa hukum Arif, Dr (C) Hj Nurmala SH MH. “Kami membantah semua tudingan dan melaporkan balik pihak pelapor ke Polda Sumsel terkait perampasan alat panen secara sepihak,” ujarnya, Kamis (2/12).

Dirinya menjelaskan, bahwa kejadian itu sebenarnya murni kecelakaan. “Ini murni kecelakaan jadi apa yang disampaikan pelapor itu tidak benar apa adanya,” katanya kepada wartawan saat jumpa pers.

Lanjut dia mengatakan, bahwa tuduhan itu berlebihan, apalagi kliennya tidak sengaja menabrak. “Karena mobil Fortuner putih melambat dan berhenti, sedangkan kondisi saat itu berdebu sehingga pandangan tidak terlalu jelas sehingga terjadilah tabrakan,” aku dia.

Lanjut dia mengatakan, bahwa kliennya tidak ada niat untuk melakukan pengrusakan, membunuh, hingga pengeroyokan dan lainnya. “Klien kami sendirian, mereka bersembilan, sangat tidak mungkin hal itu dapat terjadi,” bebernya.

Dirinya membeberkan kalau klien mereka merupakan salah satu ahli waris sah dari pemilik PT MB Rawa Bening yakni H Basyir.

“Klien kami merupakan ahli waris sah dan semua orang tahu bahwa Rawa Bening itu milik H Basyir, perusahaan itu kan perusahaan tertutup, perusahaan keluarga dan hingga detik ini semenjak almarhum H Baasyir meninggal belum ada pengalihan waris termasuk perusahaan,” jelasnya.

Kejadian ini diketahui kliennya dari karyawannya yang telah memberikan kebun dan dia didatangi beberapa orang menggunakan mobil Taft dan Fortuner warna putih.

Mereka kemudian disuruh berhenti bekerja dan alat panennya dirampas, bahkan sempat diancam akan dibawa ke pihak kepolisian. “Mendapatkan telepon itu klien kami datang untuk Mendapat klarifikasi kenapa terjadi seperti itu,” tambahnya.

Sehingga kliennya mengejar mobil tersebut untuk tahu persoalannya hingga terjadilah kecelakaan tabrakan tersebut. “Klien kita tidak tahu siapa yang di dalam mobil yang mengaku Direktur Utama, padahal belum ada penunjukkan hingga pemberitahuan mengenai hal itu karena harus melalui rapat pemegang saham,” tutupnya.

Oleh karena itu pihaknya menyerahkan permasalahan ini ke Polda Sumsel karena sudah melaporkan kejadian tersebut. “Klien kita terlapor di Polres Muba dan pelapor jadi terlapor karena laporan kita di Polda Sumsel dengan harapan dapat menyelidiki kasus ini dengan cara adil-adilnya,” katanya.

Sebelumnya, diduga menjadi korban pengeroyokan, percobaan pembunuhan, percobaan penganiayaan, hingga perbuatan tidak menyenangkan dan pengrusakan. Membuat Titis Rachmawati (55) melaporkan kejadian yang dialaminya di Jalan Tri Tunggal Dusun 1, Desa Mekar Jadi, Kabupaten Muba ke Polsek Sungai Lilin, (23/11/2021).

“Ya kita sudah membuat laporan polisi di Sungai Lilin usai kejadian tersebut,” ujar warga Jalan Kaca Piring Dwikora II, Kecamatan Ilir Barat (IB) I Palembang ini, Senin (29/11/20221).

Pengacara dari Kantor Advokat Titis Rachmawati ini menerangkan bahwa kejadian tersebut terjadi setelah pulang mengecek lokasi sawit yang sering terjadi pencurian milik PT MB Rawa Bening di Desa Bentayan Dusun VI Tritunggal, Kabupaten Banyuasin.

“Kejadian itu terjadi usai pengecekan dan hendak pulang ke Palembang sekitar pukul 16.10 WIB di Tempat Kejadian Perkara (TKP) mobil saya Toyota Fortuner nopol BG 1725 ZX dihadang oleh mobil Toyota Harrier nopol BG 1532 MA,” ujarnya.

Direktur PT MB Rawa Bening ini menuturkan, ketika dihadang itulah pelaku yang bernama Diana turun dari mobil dan memukul kap mobil miliknya sebanyak tiga kali dan berhasil melewati hadangan pelaku.

“Kami baru berjalan lebih kurang 200 meter tepatnya di TKP tiba-tiba datang lagi satu buah mobil Toyota Land Cruiser nopol BG 1757 JL langsung menghadang mobil saya dan mengakibatkan mobil kembali berhenti,” katanya.

Ternyata mobil tersebut dikendarai oleh pelaku berinisial AF, pelaku ini hendak mengundang masa dengan mengeluarkan kata-kata maling ke arah mobil tapi beruntung hal itu tidak mengundang massa.

Namun, mobil yang ia kendarai berhasil lolos dari hadangan tapi pelaku AF kembali mengejar dan menabrakkan mobilnya ke bagian belakang mobilnya yang mengakibatkan mengalami kerusakan belakang yang ditaksir lebih kurang Rp 50 juta. (depe)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.