Banner sumsel

Kebakaran Lahan Marak di Banyuasin, Pihak Terkait Belum Temukan Tersangka

BANYUASIN, koranindonesia.id – Kebakaran lahan hebat di wilayah Kabupaten Banyuasin, beberapa waktu belakangan ini kerap terjadi.

Baik itu lahan milik masyarakat maupun milik perusahaan, tapi sampai saat ini belum terdengar ada yang menjadi tersangkanya.

Sementara hasil investigasi dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banyuasin, saat  melakukan sidak ke PT Sri Andalan Lestari (SAL), terkait dugaan pembakaran tangkai kosong (tankos) sawit di lokasi perkebunan Desa Tanjung Laut, Kecamatan Suak Tapeh, beberapa hari lalu pun, hingga saat ini belum ada hasilnya.

Padahal udara di wilayah Kabupaten Banyuasin beberapa waktu lalu diselimuti kabut asap.

Kepala DLH Banyuasin Syahri A Rachman mengatakan, pihaknya belum mengetahui pasti penyebab kebakaran, apakah disengaja atau ada faktor lain sehingga tankos terbakar.

Masih kata dia, sebelumnya pihak DLH sudah beberapa kali memberikan surat teguran ke PT SAL, agar tidak membakar tankos sawit.

“Ada surat teguran dari DLH kepada manajemen PT SAL, agar tidak melakukan pembakaran tankos di lokasi perkebunan,” sebutnya, Selasa (9/10/2018).

(FOTO/WAL)

DLH telah melayangkan surat sejak 16 Agustus 2018 silam, agar PT SAL menghentikan pabrik pengolahan kelapa sawit, sampai dengan penerbitan izin Lingkungan dikeluarkan.

“Artinya jelas, pihak perusahaan tidak boleh melakukan aktivitas sebelum adanya izin perlindungan pengelolaan lingkungan,” tambahnya.

Sementara itu terpisah, Kapolres Banyuasin AKBP Yudhi Markos Surya Pinem saat dimintai konfirmasinya melalui Kasatreskrim AKP Wahyu Maduransya membenarkan, ada sejumlah kebakaran lahan yang terjadi di wilayah Kabupaten Banyuasin, belakangan ini.

“Tetapi kita laksanakan koordinasi pemadaman dengan pihak terkait yaitu, BNPB, TNI dan Polri, sampai saat ini belum ada tersangkanya,” tandasnya.

(wal)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.