Kasus Slamet Ma’arif, Elemen Muslim Solo Tuntut Polisi Profesional dan Independent

SOLO, koranindonesia.id – Puluhan massa dari elemen muslim Kota Solo menggelar aksi di Mapolresta Solo, Rabu (13/2/2019) siang. Aksi yang dilakukan ini, untuk menuntut supaya institusi Polri berlaku adil dan professional, dalam mendalami kasus Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Ma’arif.

Humas Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS), Endro Sudarsono mengatakan, dalam penanganan kasus Slamet Ma’arif Polri harus bersikap profesional dan independent. Selama ini, pihaknya menilai, jika Polri berat sebelah dalam menangani kasus yang berhubungan dengan kubu oposisi selama ini. “Jangan berat sebelah, Polri harus profesional dan independent,” kata Endro.

Menurut Endro, ada ketimpangan dalam penanganan hukum kasus tersebut. Endro membandingkan, dengan sejumlah kasus pelanggaran kampanye yang terjadi di wilayah Solo Raya.

Dia mencontohkan, seperti kasus Bupati Boyolali, Seno Samudro yang menyebut Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto dengan sebutan yang tidak pantas di muka umum.

Selain itu, juga kasus Ibunda Joko Widodo (Jokowi), Sujiatmi yang diduga melakukan kampanye di wilayah Sukoharjo pada 2018 lalu.

“Kenapa harus dibeda-bedakan. Padahal, kedudukan warga negara di mata hukum harusnya sama,” kata Hendro.

Dalam aksi tersebut, puluhan anggota ormas membentangkan spanduk bertuliskan “Stop Kriminalisasi Ulama”. Berbeda dengan aksi sebelumnya yang diadakan pekan lalu, dalam aksi yang berlangsung sekitar satu jam itu, mereka tidak menggunakan pengeras suara.

Pasalnya, mereka khawatir mengganggu proses ujian yang sedang berlangsung di SMA Negeri 4 Kota Solo. Aksi yang digelar itu, ditutup dengan doa bersama mendoakan keutuhan dan persatuan NKRI.

“Kami sengaja melakukan aksi secara santun. Kami tidak ingin mengganggu konsentrasi pelajar yang sedang ujian di depan Mapolresta Solo,” tandasnya.
(ali)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.