Banner Pemprov 17 Agustus

Kasus Penganiayaan MOS Kedua, Polisi Gelar Rekonstruksi Adegan

 

PALEMBANG, Koranindonesia.id – Setelah menetapkan satu tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan yang menewaskan Delwyn Berli Juliandro saat mengikuti kegiatan Masa Orientasi Siswa (MOS) di SMA Taruna Indonesia Palembang..

 

Kali ini penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Palembang menggelar rekonstruksi kasus dugaan penganiayaan dalam kegiatan yang sama di sekolah berbasis semi militer dengan korban kedua Wiko Jerianda.

 

Rekonstruksi digelar di dua tempat, yakni di SMA Taruna Indonesia dan tempat berlangsungnya kegiatan MOS di Komplek Pondok Pesantren Sultan Mahmud Badaruddin Talang Jambe Palembang, pada Rabu (7/8).

 

Sebanyak 25 adegan diperagakan mulai dari keberangkatan korban bersama siswa lain menuju lokasi MOS hingga evakuasi korban ke rumah sakit. Pada adegan 1 sampai 6 terlihat rombongan berjalan kaki menuju lokasi MOS selama tiga jam.

 

Kemudian di adegan ke-8, pembina senior korban berinisial AS memberikan materi tali-temali kepada korban dan peserta MOS. Ketika itu, korban Wiko disuruh seniornya maju ke depan untuk menyimpulkan tali ke perutnya. Karena tali tak bisa diikatkan, AS memukul perut korban berkali-kali hingga mundur ke belakang.

 

Hal itu terungkap dalam adegan ke-9 diperagakan korban yang digantikan penyidik dan AS di hadapan peserta MOS. “Kuruskan, kuruskan,” ucap AS sambil memukuli perut korban beberapa kali.

 

Pada adegan berikutnya, peserta MOS melaksanakan shalat di masjid yang masih berada di sekitar lokasi kejadian. Ketika itu, korban kesurupan yang membuat heboh suasana. Dia pun digotong rekannya ke lokasi pendidikan.

 

Lantaran masih kelelahan akibat kerasukan, korban duduk di barisan belakang sambil melepaskan kancing bajunya. Hal itu membuat AS marah. AS mendekati korban lalu memegang baju dan kembali memukul perutnya. “Kamu yang kesurupan tadi ya?” tanya AS.

 

Pada hari terakhir MOS, korban mengeluhkan sakit sehingga dilarikan ke rumah sakit. Sepekan dirawat usai operasi perut, WJ meninggal dunia.

 

Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara mengatakan, rekonstruksi digelar untuk melengkapi berkas penyelidikan. Ada 25 adegan diperagakan oleh pihak-pihak yang mengetahui kejadian itu. “Hari ini kita gelar rekonstruksi untuk proses penyelidikan,” ucap Yon yang belum mau berkomentar terkait penetapan tersangka.

 

Seperti diberitakan sebelumnya, korban pertama, Delwyn dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu (14/7). Hasil pemeriksaan dokter forensik RS Bhayangkara Palembang, korban mengalami akibat luka memar pada bagian kepala dan dada.

 

Polisi yang menerima laporan dugaan penganiayaan langsung melakukan penyelidikan hingga menetapkan Obby Frisman Arkataku, selaku pembina dalam kegiatan tersebut sebagai tersangka.

Selain Delwy, siswa lain yakni Wiko juga jatuh sakit dan sempat dilarikan ke rumah sakit, hingga harus menjalani operasi karena usus terlilit. Pasca operasi, kondisi kesehatan korban  kian memburuk dan harus dipindahkan ke rumah sakit lain. Setelah enam hari dirawat, Wiko pun meninggal dunia di RS Charitas Palembang, pada 19 Juli. (sup)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.