Banner pemprov Sumsel Vaksin
Muba vaksin maret 2021

Kasus Penculikan Bocah Merebak, Faktor Ekonomi Jadi Penyebab Utama

PALEMBANG, koranindonesia.id – Kembali mencuatnya kasus penculikan anak di kota Palembang diduga karena faktor ekonomi yang dialami oleh para pelaku.

Kasat Reskrim Polrestabes Palembang Kompol Edi Rahmat mengatakan, tersangka SH dan ST nekat menculik korban karena ingin meminta sejumlah uang tebusan ke keluarga korban sebesar Rp 100 juta. Sayangnya, aksi pelaku yang terekam CCTV duluan viral di medsos.

“Pelaku ketakutan karena aksinya terekam CCTV. Pelaku lalu menyerahkan korban ke warga dengan harapan kasusnya selesai. SH sengaja menculik adalah untuk memenuhi kebutuhan ekonomi. Mungkin karena Covid sekarang sulit, itu yang menjadi alasan pelaku melancarkan aksinya,” katanya.

Tak butuh waktu lama pasca viralnya video CCTV penculikan bocah di Sukabangun Palembang itu meluas, anggota Pidum Satreskrim Polrestabes Palembang berhasil mengamankan SH (38) yang merupakan otak pelakuPelaku dihadiahi timah panas petugas lantaran hendak kabur dan melawan petugas.

Sementara ST (32), pemilik motor yang digunakan SH saat melakukan aksi penculikan juga diamankan tanpa perlawanan. Kedua warga Palembang itu ditangkap di waktu dan tempat berbeda, Sabtu (20/2/2021) malam.

Rahmat menambahkan, sebulan sebelum aksinya itu, tersangka SH lebih dulu melakukan pengamatan. Sebelum bocah itu ditemukan, pelaku menyekap sang bocah di rumah kosong.

Selain mengamankan pelaku, pihaknya juga menyita barang bukti berupa sepeda motor, helm, jaket dan lainnya. Akibat perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 76 F JO pasal 83 Undang-undang RI Nomor 34 tahun 2014 tentang perlindungan anak, dengan ancaman kurungan maksimal 15 tahun penjara dan denda maksimal Rp600 juta.

Tersangka ST mengaku jika dirinya hanya membantu SH, karena ST membutuhkan biaya untuk istrinya berobat. (sid)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.