Banner sumsel

Kasus Meikerta Rumah CEO Lippo Group Digeledah KPK

JAKARTA,koranindonesia.Id-Guna melengkapi berkas kasus suap proyek Meikerta ke Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah CEO Lippo Group, James Riady.

Kabiro Humas KPK Febri Diansyah mengatakan setelah KPK melakukan  penggeledahan di 5 lokasi kemarin, pagi ini KPK juga melakukan penggeledahan di 5 lokasi lainnya yakni Apartemen Trivium Terrace, rumah James Riady, Dinas PUPR (Pemkab Bekasi), Dinas LH (Pemkab Bekasi), dan Dinas Damkar (Pemkab Bekasi).

“KPK telah menyita sejumlah barang bukti terkait kasus ini dari penggeledahan sebelumnya. Barang yang disita antara lain, dokumen terkait perizinan oleh Lippo ke Pemkab, catatan keuangan, dan barang bukti elektronik seperti komputer dan lainnya,”ungkapnya kepada wartawan di Jakarta, (Kamis 18/10/2018).

Febri menuturkan dengan menggeledah 5 lokasi pagi ini, sehingga jumlah lokasi yang sudah digeledah KPK berjumlah 10 lokasi. Menurutnya, penyidik KPK akan terus mencari bukti-bukti lain agar kasus suap Meikerta ini bisa terungkap semuanya.

“Pagi hari ini 5 tempat saja yang sudah kita geledah, kita harus mendapatkan bukti-bukti dalam kasus Meikerta ini,” tandasnya.

Dalam perkara ini, KPK menetapkan sembilan orang tersangka,  Bupati Bekasi Neneng Hassanah Yasin, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bekasi Jamaludin, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Pemkab Bekasi Sahat MBJ Nahor, Kepala Dinas DPMPTSP Kabupaten Bekasi Dewi Tisnawati, dan
Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Kabupaten Bekasi Neneng Rahmi sebagai penerima uang.

Sementara Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro, Konsultan Lippo Group Taryadi, Konsultan Lippo Group Fitra Djaja Purnama, dan Pegawai Lippo Group Henry Jasmen sebagai pemberi uang.

Para tersangka dari jajaran Pemkab Bekasi itu diduga menerima Rp 7 miliar sebagai bagian dari fee fase pertama yang bernilai total Rp 13 miliar. Uang itu diduga terkait perizinan proyek Meikarta. (Erw)

 

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.