Kasus Bansos Sumsel 2013 Masih Bergulir

PALEMBANG, Koranindonesia.id – Kepala Kejaksaan Tinggi Sumsel Dr Sugeng Purnomo memastikan bahwa peyelidikan kasus dana Bansos Sumsel 2013 yang ditangani Kejaksaan Agung (Kejagung) RI dan telah menyeret dua pejabat Pemprov Sumsel itu sampai saat ini masih terus bergulir.

Kendati demikian, Sugeng yang baru satu bulan menjabat sebagai Kajati Sumsel menggantikan Ali Mukartono yang mendapat promosi jabatan menjadi Sekretaris JAM Pidum Kejagung RI ini enggan menjelaskan secara rinci karena mengganggap perkara tersebut ditangani Kejagung.

“Itu ranahnya Kejagung, walaupun saya juga dari sana (Kejagung) dan tahu perkembangannya. Tapi saya pastikan pengembangan kasusnya masih jalan,” ucapSugeng saat puncak peringatan Hari Bhakti Adhiyaksa (HBA) ke-59, Senin (22/7).

Dengan didampingi Wakajati Hari Setiyono, Sugeng menyebutkan Bidang Tindak Pidana Khusus Kejati Sumsel sendiri sedang melakukan penyelidikan enam perkara dugaan tindak pidana korupsi serta 10 SPDP dari penyidik kepolisian dan PPNS Perpajakan.

“Dari enam perkara yang ada, satu perkara sudah dinaikkan statusnya menjadi penyidikan yang saat ini sedang ditangani bidang pidus. Namun dari jumlah perkara yang ada kita telah menyelamatkan uang kerugian negara sebesar Rp75.696.648.699,” ujar Sugengyang masuk daftar promosi seleksi calon pimpinan KPK ini.

Sementara itu mengenai kelanjutan dugaan tindak pidana korupsi yang sebelumnya penyidik Kejaksaan sempat memanggil mantan kepala daerah di wilayah Kabupaten Lahat, Hari Setiyono menambahkan, bahwa semua itu masih tetap berjalan dan saat ini masih tahap penyelidikan.

Hari menjelaskan, semua itu terkait pemindahan jalur transmisi listrik, pemasangan tapak tower di jalur yang sudah dibebaskan oleh anak perusahaan PLN. Namun ternyata di jalur itu terdapat tumpang tindih izin yang dikeluarkan Pemerintah Kabupaten Lahat, dalam hal ini izin usaha pertambangan.

“Sehingga dilakukan dipindahkan ke jalur lain, sehingga hal itu membuat dua kali terjadi pengeluaran anggaran dan maka ada dugaan penyalahgunaan wewenang serta diduga menyebabkan kerugian Negara,” jelas Hari.(sup)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.