Kapolri : Ada Upaya Dikotomi TNI-Polri

PALEMBANG, koranindonesia.id – Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyatakan, TNI-Polri harus tetap solid meski saat ini diakuinya ada upaya pendikotomian TNI-Polri, dengan dalih pembedaan tugas antara TNI dengan Polri.

Hal ini diungkapkan Kapolri dalam pidato sambutannya di acara roadshow bersama Panglima TNI-Kapolri yang digelar di Palembang Sport and Convention Centre (PSCC) Palembang, Jumat (20/4/2018).

“TNI dan Polri harus solid, karena ada faktor substansial di NKRI ini. Politik TNI dan Polri adalah politik negara. Terkadang anggota TNI-Polri alergi dengan kata-kata politik. Sebenarnya, politik adalah bagaimana memperoleh kekuasaan agar dapat bermanfaat untuk orang banyak. Tapi kalau visi tidak baik, tentu akan merugikan orang banyak, itu berbahaya. Bicara politik bicara kepentingan, bicara loyalitas,” ujar Kapolri.

Lebih lanjut Tito mengakui, NKRI harus tetap dipertahankan ditengah revolusi  dunia siber saat ini, yang menurutnya tidak mengenal batas wilayah. Tito menjelaskan, menjaga NKRI untuk tetap berdiri utuh, tidak goyah, serta mampu bersaing dengan negara lain. Disitulah peran TNI-Polri, khususnya intelijen menjadi sangat penting untuk menjaga keutuhan negara.

“TNI-Polri yang kuat, punya intelijen yang kuat dan birokrasi yang efektif dan efisien. Fakta di Indonesia, anggota TNI 450 ribu dan Polri 423 ribu. Unsur kepercayaan publik itu penting sekali. Saat ini, dari sekian banyak lembaga, TNI-Polri adalah lembaga yang paling dipercaya publik. Tingkat kepercayaan terhadap institusi TNI mencapai 94%, KPK 87% dan Polri 70% persen. Kepercayaan masyarakat harus terus kita tingkatkan,” pungkasnya.

Sementara itu, di kesempatan yang sama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyatakan, pada pelaksanaan pilkada serentak nanti, antara TNI-Polri telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) terkait sinkronisasi keamanan pemilu.

“Netralitas dalam pemilu adalah harga mati. TNI-Polri harus memegang teguh netralitas. Bagi TNI dan Polri, tegak lurus dalam satu komando dari panglima TNI dan Kapolri. Perlu diketahui TNI dan Polri mendapat kepercayaan yang paling tinggi dari masyarakat. Bayangkan kalau TNI dan Polri tidak netral. Rakyat tidak akan lagi percaya,” tandas Panglima.(win)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.