Banner Pemprov 2020
Banner 23 September

Kapolrestabes Tangkap 2 Copet Pasar 16 Ilir

 

PALEMBANG, Koranindonesia.id – Sadi Satra (34) dan Heriyanto (29), pencopet di kawasan Pasar 16 Ilir Palembang diamankan Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Anom Setiadji yang sedang lari pagi, Jumat (10/1).

Dari data diperoleh, peristiwa yang terjadi di Jalan Beringin Janggut, Kecamatan Ilir Timur I Palembang itu berawal saat korban Nursinta (18) warga Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir tiba-tiba menjadi sasaran kedua pelaku.

Mengetahui ponsel miliknya sudah berpindah tangan, korban berteriak dan kedua pria pengangguran ini langsung berlari dan masuk ke mobil angkot di sekitar lokasi kejadian.

Mendengar teriakan korban, warga sekitar langsung mengejar dan mengamankan kedua pelaku. Beruntung sebelum warga bertindak anarkis, Kapolrestabes yang sedang melintas langsung turun tangan mengamankan keduanya ke pos polisi terdekat.

Selanjutnya kedua pelaku dan barang bukti satu unit ponsel milik korban digelandang ke Mapolrestabes Palembang guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut bersama korban untuk membuat laporan tindak kejahatan.

“Kebetulan saya sedang melintas lari pagi melihat ada kumpulan warga dan ternyata ada pelaku kejahatan, sehingga langsung diserahkan ke petugas di lapangan,” kata Anom.

Sementara itu Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, AKBP Nuryono mengatakan, kedua pelaku diduga merupakan kawanan copet yang kerap meresahkan masyarakat dan pengunjung di seputaran Pasar 16 Ilir.

“Saat ini kedua pelaku masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, karena diduga masih ada tindak pidana lain yang melibatkan keduanya,” ucap Nuryono, Sabtu (11/1/2020).

Atas perbuatan tersebut, Nuryono menambahkan, kedua pelaku akan dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dalam keadaan memberatkan dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

Sedangkan tersangka Heriyanto menuturkan, dalam melancarkan aksi tersebut mereka berbagi peran dan tersangka Sadi yang bertindak sebagai eksekutor.

“Aku memepet korban, kak Sadi yang ambil HP, setelah aku beri kode jika situasi aman. Tapi ternyata korban tahu dan kami ditangkap warga,” tutur Heri yang mengaku sudah dua kali melakukan aksi yang sama. (sup)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.