Banner sumsel

Kapolres : 5 Tahun untuk Penyebar Hoax dan Ujaran Kebencian

LUBUKLINGGAU,koranindonesia.id– Kapolres Lubuklinggau, AKBP Sunandar,S.Ik,kembali mengingatkan  masyarakat untuk tidak ikut menyebarkan berita hoax dan ujaran kebencian, karena  merupakan tindak pidana dengan ancaman lima tahun penjara. Hal itu diungkapkan Kapolres saat  melakukan  kegiatan safari Jumat di Masjid Nurul Yaqin, di Kelurahan Sukajadi, Jumat (16/3/2018).

“Saya menghimbau kepada para jamaah dan warga Kelurahan Sukajadi apabila menerima berita yang menyesatkan untuk tidak menyebarkan kembali berita tersebut, karena berita hoak dan ujaran kebancian merupakan tindak pidana,” tegasnya.

Ditambahkan, Sunandar saat ini Indonesia menjadi salah satu negara yang masih kokoh dalam menjaga keberagaman dibandingkan dengan negara-negara lain yang sudah banyak terpecah belah maka itu harus dipertahankan.

“Apalagi sekarang   marak tentang berita hoax dan ujaran kebencian, yang bernuansa politis dan berpotensi memecah belah keberagaman serta kerukunan antar umat beragama,”kata Kapolres.

Soal ancaman menyebarkan berita hoak dan ujaran kebencian Kapolres mengatakan dapat diancam dengan hukuman pidana 5 tahun penjara. Menurutnya,Polri akan melakukan tindakan berdasarkan hukum terhadap para pelaku penyebar berita hoax.

“Polri selalu disudutkan dan diintimidasi karena sekarang banyak akun medsos penyebar hoax diproses oleh Bareskrim Polri salah satunya akun yang tergabung dalam grup Muslim Cyber Army (MCA),”ujarnya. Dia mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keberagaman, agama, suku, sebangsa dan setanah air.

Safari Jumat  kali ini juga dihadir langsung oleh Wakapolres Lubuklinggau Kompol Andi Kumara, SH, S.Ik, M.Si, Kapolsek Llg Barat, Iptu Sofian,SH, Danramil Kota Lubuklinggau, Kapten Inf. Rozali, Ketua Masjid, H. Murdianto, Camat Llg Barat I Waliyusman S.Sos.dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Sukajadi Brigpol Irmansyah. (Shandy)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.