Banner Pemprov 17 Agustus

Kampanye di Palembang, Jokowi : Jangan Sampai Ada yang Remehkan TNI

PALEMBANG, koranindonesia.id – Calon Presiden (capres) nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) menggelar kampanye terbuka di Palembang Sport and Convention (PSCC), Jalan POM IX, Palembang, Sumatra Selatan (Sumsel), Selasa (2/4/2019).

Dalam kampanyenya itu, Jokowi yang hadir didampingi ibu negara Iriana Joko Widodo, serta sejumlah menteri kabinet kerja, diantaranya Budi Karya Sumadi, Puan Maharani, Pramono Anung, serta tak ketinggalan sejumlah tokoh dan petinggi di Provinsi Sumsel mulai dari mantan Gubernur Sumsel, Syahrial Oesman dan Alex Noerdin, Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex, hingga Gubernur Sumsel Herman Deru, terus mengajak masyarakat yang hadir di PSCC Palembang untuk tidak golput, dan menggunakan hak pilihnya pada Pemilu Serentak 2019, 17 April mendatang.

“Pileg dan Pilpres 2019 menghabiskan anggaran yang tidak sedikit, mencapai Rp25 triliun, maka dari itu saya mengajak kita semua agar memberitahu saudara, kawan, dan lainnya, untuk datang ke TPS menggunakan hak pilihnya, jangan golput,” kata Jokowi dalam pidatonya, di Palembang.

Selain itu ditambahkannya, sebagai negara besar Indonesia tentu, ingin memiliki kekuatan TNI yang besar pula. Demi, untuk menjaga kedaulatan bangsa. TNI menurut Jokowi, sudah menjaga kedaulatan negara lebih dari 70 tahun. Sehingga layak diberikan penghargaan dan apresiasi. Padahal TNI ditambahkannya, memiliki kekuatan terbesar di ASEAN, dan peringkat 15 terkuat di dunia. “Jadi jangan sampai ada yang meremehkan TNI. Kita negara besar tentu didukung militer,” tuturmya.

Dalam kesempatan itu pula, Jokowi memberikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada warga Sumsel, khususnya Kota Palembang, karena telah sukses menjadi tuan rumah pelaksanaan Asian Games 2018 lalu.

“Pada Juni ini juga Bakauheni – Palembang sudah tersambung jalan tol Transumatra. Sehingga mobilitas lebih cepat, murah dan baik. Kemudian tol nantinya juga akan menyambung ke Aceh pada 2024,” paparnya pula.

Jokowi juga kembali mengingatkan, kepada para peserta kampanye untuk bersama-sama menjaga pelaksanaan Pemilu 17 April mendatang, dari isu dan berita bohong (hoaks) yang menyesatkan.

Jokowi mencontohkan, sejumlah isu yang menyesatkan yang menyebut, jika dirinya menang maka pendidikan agama akan dihapus, padahal itu fitnah. Kemudian perkawinan sejenis dilegalkan padahal itu adalah hoaks, demikian pula dengan adzan yang akan dilarang. Itu semua dikatakan Jokowi adalah hoaks dan fitnah yang menyesatkan. “Karenanya, itu perlu diluruskan tolong dibantu. Siap..? Siap..?,” tanya Jokowi.

Menurutnya, dari sejumlah survei di tanah air, ada 9 juta jiwa masyarakat Indonesia yang percaya isu tadi. Makanya, ia mengajak segenap masyarakat untuk merespon dan meluruskannya. Ditambahkannya pula, terakhir pihaknya mengenalkan sejumlah kartu sakti, seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, yang nantinya dapat digunakan pelajar lulusan SMA sederajat, untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Selain itu, ada pula Kartu Pra Kerja, yang dapat dipakai anak-anak lulusan sekolah nantinya, untuk mengikuti pelatihan sebagai bekal untuk masuk ke dunia kerja.

“Kartu Sembako Murah, nantinya akan diluncurkan, dengan kartu ini dapat diskon besar belanja beras, gula dan minyak, karena ada subsidi. Ketiga kartu ini baru dimunculkan tahun depan karena baru dianggarkan  tahun ini, dan bisa dipakai tahun depan,” pungkas Jokowi.
(ded)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.