Banner Pemprov Agustus

KAMI Bukan Partai Politik, Sindiran Megawati Soal Banyak Orang Ingin Jadi Presiden Tidak Tepat

JAKARTA, koranindonesia.id – Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komaruddin menilai, sindiran Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri jika sikap Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) seperti orang ingin menjadi presiden tidak tepat. Karena menurutnya, KAMI itu bukan partai politik.

“Kritikan Mega tersebut tak tepat, karena KAMI itu bukan partai politik. Jelas tak bisa mengajukan capres atau jadi presiden. Karena hanya Parpol lah yang berhak bisa mengajukan capres,” ujar Ujang ketika dihubungi wartawan, Sabtu (29/8/2020).

Ujang mengatakan, KAMI itu gerakan civil society. Ia meminta agar Megawati tak perlu ikut campur gerakan tersebut, biarkan KAMI tumbuh dan berkembang sebagai gerakan moral untuk bisa mengkritisi pemerintah ketika pemerintah salah jalan.

“Karena hari ini masyarakat tak bisa berharap pada partai politik. Karena partai politik sering membelakangi kehendak publik,” tegasnya.

Bahkan lanjut Ujang, bisa saja Megawati tersinggung dengan aspirasi-aspirasi yang dikeluarkan oleh gerakan KAMI. Karena adanya KAMI, itu bisa merubah mindset rakyat.

“Rakyat yang tadinya takut dan diam, bisa saja ikut aktif dalam mengawasi dan mengontrol pemerintah,” ungkapnya.

Meski demikian, Ujang menyarankan agar Megawati bisa bersikap bijak. “Biarkan mereka tumbuh sebagai bagian gerakan moral untuk bisa mengawal perjalanan bangsa,” sambungnya.

Seperti diketahui, hal tersevut disampaikan oleh Megawati dalam pidatonya dipembukaan Sekolah Calon Kepala Daerah (Cakada) Gelombang II Menuju Pilkada Serentak 2020 secara Vitrual, Rabu (26/8/2020).

“Saya suka ketawa. Kemarin-kemarin ada pemberitaan, ada orang yang bentuk KAMI,” singgungnya.

“Wah.. KAMI itu kayaknya banyak banget yang kepingin jadi presiden. Ya daripada bikin seperti itu, kenapa dari dulu nggak cari partai?” lanjutnya.(Mar)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.