Banner sumsel

Kalah Lagi, SFC Kian Dekati Jurang Degradasi

PALEMBANG, koranindonesia.id – Perjuangan Laskar Wong Kito, julukan Sriwijaya FC (SFC) demi meraih poin di Stadion Moch Soebroto, Magelang, dalam laga lanjutan Liga 1 2018 pekan ke-27, Selasa (23/10/2018) malam, berakhir dengan kekalahan.

Sundulan kepala Bruno Silva di masa injury time babak kedua ke gawang Teja Paku Alam, menyudahi perlawanan SFC yang tampil dengan 10 pemain sejak menit 64′.

Usai Zalnando diganjar kartu merah dan membuat laga berakhir dengan skor 1-0 untuk kemenangan PSIS Semarang.

Hasil mengecewakan ini, membuat Yu Hyun Koo dkk, gagal memberikan kado terbaik di HUT ke-14 SFC. Kekalahan tersebut membuat SFC tidak beranjak dari peringkat 15 klasemen sementara dan makin mendekati zona degradasi, dengan raihan poin 30 atau hanya selisih 3 poin dari PSMS Medan di posisi juru kunci.

Sedangkan bagi PSIS Semarang, tambahan tiga angka tersebut membuat tim berjuluk Laskar Mahesa Jenar itu makin mantap di papan tengah dan menempati posisi 9 klasemen dengan perolehan 36 poin.

“Kita sudah bermain maksimal. Mungkin hasilnya akan berbeda kalau masih main 11 lawan 11. Kita juga banyak menciptakan peluang, tapi kita tidak beruntung,”ucap Pelatih Kepala SFC Alfredo Vera usai laga.

Arsitek asal Argentina ini juga menilai pertandingan sudah tidak kondusif dan banyak faktor non teknis baik dilapangan (wasit) maupun luar lapangan.

Salah satunya terkait adanya insiden lampu stadion yang mati beberapa kali dan menyebabkan konsentrasi pemain terganggu.

“Kalau begini terus, bagaimana sepakbola Indonesia bisa maju. Kita sudah datang dari jauh untuk melakukan pertandingan yang sangat penting buat kita. Tapi justru yang terjadi seperti ini. Kondisi ini bukan yang pertama terjadi dan saya alami,” keluhnya.

Sebelumnya, dia juga pernah merasakan saat masih membesut Persebaya. Dimana pengadil di lapangan dengan mudahnya memberikan kartu kepada pemain tim lawan.

“Pemain kita mudah sekali diberikan kartu. Tapi sebaliknya, seberapa banyak pemain kita mendapatkan pelanggaran, justru tidak dikasih (kartu). Tapi mau bagaimana lagi, saya tidak mau banyak bicara lagi dan kita sudah kalah. Kita sangat kecewa, karena pemain kami sudah tampil dengan maksimal. Di (sepakbola) Indonesia yang penting menang, tidak penting bagaimana cara bermain,” bebernya lagi.

Kapten tim SFC Yu Hyun Koo mengaku, sangat kecewa dan merasa mereka telah dikalahkan dengan cara-cara yang tidak fair.

“Saya hanya kecewa, kita datang kesini dengan persiapan matang. Dengan melakukan latihan pagi dan sore, serta menonton video pertandingan lawan. Itu semua kita lakukan agar dapat meraih hasil maksimal. Tapi kalau seperti ini, kita lebih bagus tidak usah latihan dan cari wasit saja,” ketusnya usai laga.

Menurut Yu, dirinya tidak mempermasalahkan timnya kalah. Asalkan pertandingan berlangsung dengan fair dan tidak berat sebelah. Karena itulah sepakbola.

“Tapi disini tidak. Kita berlatih dengan keras dan mempersiapkan diri untuk apa, karena kita ingin mendapatkan hasil maksimal. Karena kita lagi dibawah (klasemen) dan berjuang untuk memperbaiki posisi,” sesalnya sambil meneteskan air mata.

Kondisi inilah yang membuat dia dan rekan-rekannya merasa sangat kecewa. “Kita berlatih dan bermain dengan sungguh-sungguh. Harusnya mereka semua malu itu. Main bola tidak bisa seperti itu,” tandasnya.
(frd)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.